Monday, 17 June 2013

Istri Saya Melahirkan

Pernikahan kami sudah hampir dua tahun. Saya dan Dian sudah merasakan sedikit tentang bahagianya menikah dan sedihnya pernikahan. Cobaan, rintangan dan halangan silih berganti menguji cinta kami berdua. Alhamdulilah setelah sekian lama berusaha, akhirnya Dian mengandung pahlawan, pahlawan dalam hidup saya. Horeee....... saya sangat terharu semalam saat kami hendak tidur dan Dian membisikkan sesuatu di telinga saya dan memberikan sebuah kotak. Saya membuka kotaknya dan di dalamnya ada sebuah alat penguji kehamilan, dan tandanya positif. Horeee.... saya peluk Dian seketika, Dian menangis, akhirnya penantian kami terwujud. Alhamdulilah Tuhan, Engkau maha mendengar doa dan usaha kami. Amiiin.

Saya mengatur jadwal untuk bisa mengantar Dian check ke dokter. Hari sabtu pagi di saat matahari tersenyum  dan berdoa untuk semua manusia dan makhluk di bumi, saya dan Dian menuju dokter urusan kandungan. Dan horeeee.... dokter bilang kandungan Dian sehat dan sudah berjalan tiga bulan, ternyata Dian telat tiga bulan. Dan astaga sampai tiga bulan saya tidak tahu kalau Dian telat datang bulan, maklum kami terpisah karena pekerjaan. Kami bukanlah pasangan suami istri seperti yang ada di masyarakat pada umumnya. Kami terpisahkan oleh jarak dan hanya telfon dan skype yang mengobati rasa kangen kami.

Itu adalah kira-kira enam bulan yang lalu. Dan sekarang usia kandungan Dian sudah hampir menginjak sembilan bulan. Saya sudah was-was dan waspada. Badan Dian semakin membesar dan Dian semakin susah dan gampang lelah. Saya merasa ingin memeluknya dan berada di sampingnya. Namun demi negara saya rela. Dian pun rela.


Tepat jam enam tadi pagi, ada telfon membangunkan saya. Saya angkat, suara Ibu saya, “Nak, istrimu tadi malam jam delapan malam melahirkan. Alhamdulilah laki-laki. Selamat ya Nak. Kapan kamu pulang.” Hati saya langsung berbunga-bunga, ada melati, mawar, anggrek, dan lainnya, yang semuanya indah. Saya langsung memesan tiket pesawat. Saya berangkat ke kantor dengan perasaan gembira, saya ambil cuti plus ijin, jadi saya akan libur selama seminggu. Horeee....... saya akan segera  menemui istri dan anak saya.

Pesawat membawa diri saya ke langit dengan cepat. Dua jam di pesawat  terasa 120 menit. Luar biasa. Saya segera turun dari pesawat dan mencari taksi. Sampai di rumah, rumah sudah ramai. Beberapa sanak famili datang. Dan semuanya menyalami saya. Paman saya menepuk-nepuk bahu saya, “Akhirnya pelurumu bersarang. Hebat anakmu”


Saya segera masuk kamar dan memluk istri saya. Di sebelahnya ada anak saya yang tertidur pulas. Dan ketika saya mencium keningnya dan meng-adzani di telinganya, anak saya bangun dan menangis. Saya tersenyum. Dan akhirnya saya terbangun. “Dab, mangkat kantor pora..?” suara temen saya yang sudah rapi dan siap berangkat ke kantor.
Dian saat hamil tua

Dian saat hamil tua

Dian saat hamil tua

29 comments:

  1. dian sastro -_-

    cinta dihas yang tak dibalas olehnya :p

    ReplyDelete
  2. Selamat atas kedatangan pahlawan baru dalam keluarga. Ane mohon doanya aja kawan, semoga ane segera mendapat jodoh. Supaya ane juga bisa merasakan was-was seperti yang kamu rasakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya ni ga baca sampe akhir....
      hahhahaaaa.....
      :P

      Delete
  3. Waduuuhhh.... istrinya cantik bener. Kenal dimana ya?
    Itu kehamilan yang kedua kan?
    Kok kehamilan yang pertama gak diceritain....? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Bu,, kehamilan yang pertama itu bukan anak saya...
      :P

      Delete
  4. Jadi pengen dikenalkan ama istrinya yang cantik jelita.
    Tidurnya harusnya lebih lama... jadi masih sempet cium istri sebelum berangkat kerja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaaa.....
      ya kali lebih lama, telat absen tunjangan saya dipotong donk....
      :)

      Delete
  5. hahaha... dian beruntung ya udah hamil. tapi lebih berntung istri sy udah dua kali.

    ReplyDelete
  6. Mas Enrico, idiiih, ternyata cuma mimpi toh. Bener gak ya bunda bacanya begitu? Apa bunda harus baca lagi ya postingan diatas ini, biar jelas, hahaha.... Iya, ya, 2 jam serasa 120 menit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa.....
      maaf zbunda mengecewakan....
      :)

      Delete
  7. Whaha cepet2 bro dibawa kerumah sakit, takut brojol di tengah jalan.

    Hehe

    ReplyDelete
  8. astagfirullah..... diawal awal tulisan udah bagus banget, bikin terharu, bikin iri jadi pengen cepetan nikah.
    ehhh ternyata eh ternyata..... cuma mimpi ><

    ReplyDelete
  9. haduuuhh..,baru jg mo kasih selamet x_x

    ReplyDelete
  10. wkwkwkwkwkwkwkwk, ,,,,,

    jangan bangun mas,,,,
    mimpinya belum selesai

    ReplyDelete
  11. anjass!! ahahahahha.. udah serius-serius baca,, ternyata dian sastro -____-

    ReplyDelete
  12. walaaaaah...mas ini iseng banget ya kirain siapa eh taunya mbak dian ..
    hihihi

    ReplyDelete
  13. Hami aja cakep banget yaa dian sastro ini haha

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.