Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, 4 September 2013

Ingin Tahu Kebutuhan Kalori..?

SUMBER

Beberapa orang kadang tidak tahu berapa kebutuhan kalorinya sehingga orang cenderung mengabaikannya dan hasilnya ada yang berbadan gemuk atau bahasa halusnya kelebihan berat badan dan cungkring alias kurus. Selain karena faktor tidak tahu menahunya tentang kebutuhan kalori juga disebabkan tidak sebandingnya asupan kalori dengan aktifitas yang dilakukan. Idealnya, semakin banyak aktivitas dan semakin berat aktivitas seharusnya kebutuhan kalori juga meningkat. Sebenarnya hanya sekedar hidup, menghirup dan menghembuskan nafas, manusia juga memerlukan energi dalam hitungan kalori.

Saya akan analogikan pada diri saya. Saya adalah pria ganteng yang disukai banyak wanita (eits apa hubungannya..?) dengan berat badan 80 kg. Saya ambil rata-rata karena sudah dua tahun ini berat badan saya ada pada kisaran 78 – 84 kg. jadi rata-ratanya adalah 80 kg karena ini adalah berat badan yang sering saya lihat pada saat saya menimbang. Kemudian tinggi saya yang 170 cm tentu membuat banyak wanita yang suka dengan saya. #eh salah bos, wanita suka yang panjang bukan yang tinggi.

Aktivitas saya adalah, futsal dua kali seminggu dan lari dalam seminggu ya sekitar 10 km. Dan saya menganalogikan bahwa aktivitas saya sedang-sedang saja karena di kantor saya juga lebih sering duduk daripada berbaring. Kenapa? Karena kalau tidurnya berbaring akan ditegur tapi kalo tidurnya duduk akan terkamuflasekan apalagi di depan komputer yang menyala. Walhasil bisa dibilang,wah habis lembur tu kayaknya.

Kemudian faktor selanjutnya adalah usia. Usia sangat menentukan kebutuhan kalori. Semakin tua kebutuhan kalorinya semakin rendah. Asal anda tahu, jarang sekali ada kakek-kakek yang makannya banyak kecuali kakek gendut, hahhaaaaa….. #ups becanda…

Thursday, 28 February 2013

SAMAPTA oh SAMAPTA


“Tidak ada aku, hanya ada kami. Bukan Kamu, melainkan Kita”
sumber

Samapta apa sih artinya? Apakah sejenis pelatihan cuma-cuma untuk mencuci otak pesertanya? Atau adalah pelatihan fisik mental yang secara bertubi-tubi dijejalkan dan dipaksakan dalam sebuah situasi dan suasana terkondisikan?

Pada suatu masa, manusia hidup berkelompok. Namun pada saatnya manusia butuh sendiri. Berkreasi, bercinta, yang butuh suasana individualistik, soliter sekaligus solitude.

Namun, ada saatnya manusia melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan tertentu dan tujuan bersama. Perlu kesamaan dan kesukarelaan untuk tak berbeda dengan lainnya. Seragam. Serupa. Kompak.

Di manakah kunci sebuah kereta kencana bisa melaju kencang? Adalah ketika sang kusir dapat mengendalikan kuda terlamban untuk menyesuaikan kecepatan dengan kuda lainnya.

Thursday, 5 July 2012

Susu itu Sehat, Halal dan Sempurna


SUMBER


Mendengar susu menjadi teringat semboyan “Empat Sehat Lima Sempurna”, artinya, untuk sehat secara jasmani maka harus makan empat pilar makanan, yaitu nasi, sayur, lauk, dan buah sedangkan untuk kesempurnaannya maka minumlah susu. Jadi susu adalah tambahan untuk menyempurnakan sehat.

Menurut Wikipedia, Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Susu lebih enak dan lebih bersahabat.

Halal, adalah istilah dalam Islam dimana makanan atau minuman boleh dikonsumsi atau tidak. Dan susu halal untuk dikonsumsi. Jadi jika Anda sedang galau dan merasa harus menenggak alcohol maka gantilah dengan meminum susu.
Selain halal, susu memiliki manfaat bagi manusia. Manfaat dari susu adalah:
1.     Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
2.     Menurunkan tekanan darah.
3.     Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang.
4.     Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
5.     Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
6.     Mencegah diabetes tipe 2.
7.     Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
8.     Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.

Friday, 22 June 2012

Narkoba dan Bahayanya


SUMBER


Melanjutkan postingan berjudul Bea Cukai dan Narkoba (baca di sini) dan masih berdasarkan laporan VOA tentang sindikat narkoba internasional yang ingin menjadikan Indonesia sebagai target pasar narkoba (baca di sini), sekarang saya akan memberi bahaya penggunaan narkoba. Pertama-tama kita harus mengenal jenis-jenis narkoba.
Jenis-jenis narkoba (diambildari sini):                       
1.  Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.


      2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.

6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).

Wednesday, 14 March 2012

Penyebab Utama Kerusakan Hati (Bisa Kanker Hati)


SUMBER


1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
2. Tidak buang air di pagi hari
3. Pola makan yang tidak beraturan
4. Tidak makan pagi
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan, hal instan
7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan

Sunday, 6 February 2011

Mengenal Latah


1. Pengertian Latah
Menurut KBBI edisi ketiga, latah mempunyai arti ;
Menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain.
Berkelakuan seperti orang gila, misalnya; karena kehilangan orang yang dicintai
Meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain
Mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh.

Menurut Dr. Rinrin R. Kaltarina, Psi.,M.Si., Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap secara tak terkendali setelah terjadinya reaksi kaget.

Latah adalah ucapan atau perbuatan yang terungkap atau tidak terkendali, pascareaksi kaget (starled reaction). Saat latah muncul yang berkuasa alam bawah sadar (subconcious).

2. Penyebab Latah
Penyebab utama latah adalah kecemasan atau tertekan gara-gara stres. Ada beberapa teori yang menyebabkan timbulnya gangguan latah, yaitu :

Teori Pemberontakan. Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal-hal yang dilarang tanpa merasa bersalah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih kearah obsesif karena ada dorongan yang tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.

Teori Kecemasan. Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata, dalam kehidupan pengidap latah selalu terdapat tokoh otoriter, entah ayah atau ibu. Bisa jadi, latah merupakan jalan pemberontakannya terhadap dominan orang tua yang sangat menekan. Walau demikian tokoh otoriter tidak harus berasal dari lingkungan keluarga.

Teori Pengondisian. Inilah yang disebut latah gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan oleh lingkungannya, misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan dan diperhatikan oleh lingkungan. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut ”latah gaul”.


3. Macam – Macam Latah
3. Macam – Macam Latah
Menurut Dr. Rinrin R. Kaltarina, Psi.,M.Si. Ada empat macam latah.

1. Ekolalia: mengulangi perkataan orang lain

2. Ekopraksia: meniru gerakan orang lain

3. Koprolalia: mengucapkan kata-kata yang dianggap tabu/kotor

4. Automatic obedience: melaksanakan perintah secara spontan pada saat terkejut, misalnya; ketika penderita dikejutkan dengan seruan perintah seperti ”sujud” atau ”peluk”, ia akan segera melakukan perintah itu.


4. Bahaya Latah
4. Bahaya Latah
Mengekang Kreatifitas. Karena kita sudah terbiasa untuk meniru orang lain, berbuat seperti orang lain bertingkah laku. akhirnya kita kehilangan daya untuk ‘mencipta’ hal-hal yang baru, yang lebih segar dan kita akan mapan dengan kejumudan. “be a leader dont be a follower”

Mengikis keberagaman. Jangan harap menemukan hal-hal ‘baru’ jika budaya ini terlanjur menjadi akut. semua orang akan memilih untuk seragam ketimbang bersusah payah membuat hal yang sama sekali lain. Bisa-bisa slogan kita akan berubah dari “walaupun berbeda namun tetap satu jua” menjadi “walaupun satu asalkan berbeda-beda”.

Baik Buruknya Tergantung Peniruan
Baik Buruknya Tergantung Peniruan
Menurut Evi Elviati, Psi., psikolog dari Essa Consulting Group, baik buruknya anak bersikap latah terhadap sang teman tergantung apa yang ditirunya. Jika sifatnya negatif, maka orang tua harus segera menghentikan dengan memberinya penjelasan kepada anak. Sebaliknya, jika yang dicontoh adalah hal-hal positif, maka orang tua justru harus memberikan dukungan agar anak terus melakukan hal itu.


5. Penanganan / Penyembuhan

Syarat munculnya latah adalah adanya keterkejutan. Untuk mengurangi dan menyembuhkan latah, ia harus bisa menemukan ketenangan hidup. Misalnya, keluar dari rumah kalau orang tuanya kerap melakukan tekanan atau berganti bidang pekerjaan jika pekerjaannya itu membuatnya stres.

Untuk menyembuhkan si latah, lingkungan memang harus berempati. Ada penderita latah yang sembuh sendiri setelah berkeluarga dan hidup tenang. Selebihnya, penderita dianjurkan melakukan latihan relaksasi, meditasi, dan konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini akan membantu penderita menuju kesembuhan. Dan, sering-seringlah melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak membuat stres (Dr. Rinrin R. Khaltarina, Psi., M.Si.).

Terapi puasa cukup populer di Eropa maupun AS. Kabar gembira lain, hasil riset terakhir membuktikan puasa yang dijalankan secata tepat dan benar, bisa berfungsi sebagai terapi bagi penderita latah. Ini bersumber kepada fakta bakti bahwa pausa dapat membuat seseorang lebih mampu menguasai dan mengendalikan diri.

sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/05/mengenal-lebih-jauh-kebiasaan-latah.html