Wednesday, 18 April 2012

Belajar Menghitung Bea Masuk


SUMBER


Berhubung banyak yang penasaran dengan cara perhitungan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dengan ini disampaikan formula dan contohnya sbb:
pengertian:
harga barang = cost (C)
asuransi = insurance (I)
Ongkos kirim = freight (F)

Nilai Dasar Pengenaan Bea Masuk = NDPBM = Cost + Insurance + Freight
1. Untuk barang impor tidak melalui PJT (Perusahaan Jasa Titipan):
- Bea masuk = CIF X tarif bea masuknya (bisa 0%, 5%, 10% dst lihat di BTBMI), BTBMI adalah Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.
- PPN = (CIF + bea masuk) X 10%
- PPh = (CIF + bea masuk) X 7.5% (bisa kena 2,5% bila punya API, atau terkena 15% bila tidak punya NPWP), NPWP adalah Nomor Pokok Wajib Pajak.

2. Untuk barang impor melalui PJT atau kantor pos
tata cara perhitungan sama dengan formula diatas, hanya sebelumnya harga barang dikurangi 50 USD, jadi untuk barang dengan harga dibawah 50 dolar gratis / free tidak bayar bea masuk dan pajak.
- Bea masuk = (CIF) X tarif bea masuknya 
- PPN = (CIF + bea masuk) x 10%
- PPh = (CIF + bea masuk) X 7.5% 
Contoh:
Harga barang $500 dikurangi hak untuk barang kiriman $50 = $500 - $50 = $450.
Ongkir $50 maka CIF = $450 + $50 + asuransi (pengenaan tergantung asuransi yang dibayar atau bila tidak dicantumkan dihitung sesuai dengan rumus untuk asuransi) = 500, jenis barang = Handphone (tarif bea masuk dalam BTBMI = 0%)
Maka perhitungannya adalah sbb:
- Bea masuk = ( 500 ) X 0% = 0
- PPN = (500 + 0) X 10% = 50 dolar
- PPh = (500 + 0) X 7,5% = 37.5 dolar
Jadi total tagihan = 50 + 37.5 = 87.5 dolar * 10.000,00 = Rp. 875.000,- (pembulatan)
·        Misal kurs $1= Rp 10.000,00
Sekian semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan atau masih penasaran bisa dilihat disini.
*maaf dan mohon koreksi bila ada kesalahan

31 comments:

  1. Aku belajar mengenai Pajak, tapi teuteup ga ngerti2. Paling cuma dikit nyangkutnya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang rajin belajarnya mungkin...
      :P

      Delete
  2. Wow...itung-itungan. Ruwet bin njlimet rumusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. perasaan sederhana aja kok mas kalo yg diatas...
      :)

      Delete
  3. sory bro gue paling anti sama hitungan, gue sukanya cuman matematika. nah lo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm....
      matematika kan diapalin..
      :)

      Delete
  4. udah blogwalking mata pedes masuk ke postingan ini makin pedes hahahaa

    ReplyDelete
  5. palaku.. aduuuuh.... pusing mendadak
    :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.... serius has... gue emang agak lemah di itung2an.. hahaha... LoL

      Delete
    2. hmm...
      pasti suka salah menghitung paca jg kan...??
      :P

      Delete
  6. dah dipasang linknya. gak minta sih wkt dulu kenalan hehehe

    ReplyDelete
  7. yang penting uangnya masuk kas negara..dan birokrasi tak rumit

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget..
      makanya pengguna jasa diharapkan mengerti....
      :)

      Delete
  8. udah berkali-kali baca tetep ga ngerti...

    ReplyDelete
  9. Wah, kyak kuliah gw baca postingannya.. :D

    ReplyDelete
  10. selaen CIF, bisa pake CNF ato FOB untuk penghitungan NDPBM

    pengenaan tarif barang bisa diliat d HS (BTKI)

    kalo tarif pajak.....
    liat d peraturannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. TERIMAKASIH MAS....
      :)
      SEPRTINYA PAKARNYA NI...
      :)

      Delete
  11. Kalau untuk karya seni gimana? Apakah perhitungannya sama saja atau ada yang istimewa, khususnya untuk insurance..

    ReplyDelete
  12. AApakah untuk karya yang bentuknya besar dan terdiri dari berbagai alat serta medium dihitung satuan bisa dihitung secara bersama?

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.