Thursday, 28 February 2013

SAMAPTA oh SAMAPTA


Tidak ada aku, hanya ada kami. Bukan Kamu, melainkan Kita
sumber

Samapta apa sih artinya? Apakah sejenis pelatihan cuma-cuma untuk mencuci otak pesertanya? Atau adalah pelatihan fisik mental yang secara bertubi-tubi dijejalkan dan dipaksakan dalam sebuah situasi dan suasana terkondisikan?

Pada suatu masa, manusia hidup berkelompok. Namun pada saatnya manusia butuh sendiri. Berkreasi, bercinta, yang butuh suasana individualistik, soliter sekaligus solitude.

Namun, ada saatnya manusia melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan tertentu dan tujuan bersama. Perlu kesamaan dan kesukarelaan untuk tak berbeda dengan lainnya. Seragam. Serupa. Kompak.

Di manakah kunci sebuah kereta kencana bisa melaju kencang? Adalah ketika sang kusir dapat mengendalikan kuda terlamban untuk menyesuaikan kecepatan dengan kuda lainnya.


Di momentum manakah pemimpin dapat menjadi teladan bagi rakyatnya? Adalah ketika dapat mengayomi dan melindungi kepentingan kaum minor, kaum tak berpunya, kaum papa dan kaum terpinggirkan untuk dapat memiliki kepercayaan diri hidup sekuat tenaga untuk sejajar dengan kalangan berpunya.

Lalu, mengapa bagi pemuda dan pemudi pada suatu lembaga pemerintahan biasanya dididik dalam suasana yang berbau militeristik, budaya kekerasan, nuansa disiplin kaku, dan ketegangan lahir batin? Apakah itu yang terjadi? 

Sejatinya, mental tempe kita perlu dibentuk menjadi “steak maknyus” sekaligus makcrut dengan panggangan welldone. Bukan semata-mata rare atau medium. Perlu api yang cukup panas, tangan terlatih dan jam terbang untuk menghasilkannya. Tidak mudah.

Mental kita bisa ditempa lewat percobaan-percobaan yang direkayasa. Memangnya siapa sih yang tahu olah mental itu seperti apa? Kalau olah raga, tentu saja semuanya paham.

Latar belakang budaya yang berbeda, baik segi keilmuan, ekonomi, pola pikir, kebiasaan, tampang, menyebabkan timbulnya sebuah simpangan dan perbedaan.

Sebuah organisasi butuh satu arah. Satu fokus tujuan. Namun, bukan sepanjang waktu harus sama, serupa. Hanya ketika kita membutuhkannya saja. Rapatkan barisan demi satu tujuan, demi menghancurkan musuh bersama.

Samapta merupakan salah satu upaya rekayasa olah mental sekaligus olah raga, dalam arti yang sebenarnya.  Kepemimpinan terbentuk dari sebuah situasi yang tak pernah diduga-duga. Pengecut dan Pengkhianat dapat dilihat pada suatu ketika, di mana situasi seakan-akan mengharuskan seseorang berbuat seperti itu. Samapta adalah laboratorium sosial terhadap masalah-masalah itu.

Bangun pagi, lari. Sebelum sarapan, lari. Pergi belajar, lari. Mau makan siang, lari, setelah makan, lari. Sebelum mandi, lari. Setelah makan malam, lari. Sebelum tidur, lari.

Waktu terasa tak pernah cukup. Makan hanya sementara, mandi seperti capung, merayap di kubangan sawah, bercakap-cakap dibatasi, mengantuk tak diijinkan, dan saatnya tidur terasa nikmat luar biasa.

Tekanan mental, hati ciut, fisik lelah, harga diri dikerdilkan, dinisbikan, ditiadakan, adalah rekayasa dalam kesamaptaan.

“Tidak ada aku, hanya ada kami. Bukan Kamu, melainkan Kita.” 
Selamat bersamapta teman-teman. Menunggu giliran saya.

Sumber: http://kopidangdut.org/2007/12/14/samapta/

36 comments:

  1. Duh...aku pribadi kurang tapi suka kesamaptaan soalnya menguras fisik dan tenaga. Pengennya sih yang mudah dan simple2 saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa...
      padahal hidup ini tidak mudah kawan..
      :)

      Delete
  2. Replies
    1. soalnya belum samapta jd belum tau rasanya..
      besok kalo udah samapta saya ceritain..
      :)

      Delete
    2. oke. di tunggu ceritanya mas :D

      Delete
  3. lha, ane kira ini cerita pengalaman abg selama samapta.. udah samapta ato belum nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hampir samapta..
      nunggu kloter saja nii..
      :)

      Delete
  4. SAMAPTA itu singkatan, kan? kepanjangannya apa?

    ReplyDelete
  5. jadi ingat waktu masih gabung di sar dulu
    masuk arena pelatihan merupakan hal yang paling menyebalkan dan penuh penyiksaan. namun begitu upacara penutupan selesai, rasanya berat banget untuk meninggalkan kawah candradimuka...
    hehe aneh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah mas rawins pernah juga taah....
      kereen donk..

      Delete
  6. tapi manfaatnya luar biasa ya, memang kalo liat dari pelatihanya mungkin banyak orang enggan bergabung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya biasanya emang kalo liat langsung jiper tp kalo udah ngerasain dan lulus,,ada kepuasan tersendiri..
      :)

      Delete
  7. pasti habis samapta nanti tulisan ente jadi berubah hehehe

    ReplyDelete
  8. Samapta mempunyai tujuan mendidik mental. Agar kita siap menjadi pemimpin. Tahan banting dalam kondisi apapun.

    ReplyDelete
  9. setau aku dulu Samapta itu terkait banget dengan tentara2an dan polisi2an. hehehe:D

    ReplyDelete
  10. Jadi.. kapan giliranmu utk ikut samapta ?
    Pasti seru tuh....

    ReplyDelete
  11. pelatihan fisik dgn kkerasan aku ga terkesan

    ReplyDelete
  12. .. wachhhhh,, ntar kalo pas pelatihan jangan lupa untuk cerita ya?!? cz aq pengen tau prosesnya kayak apa. he..86x ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke insya allah ntar diceritain...
      :)

      Delete
  13. tidak ada aku, adanya kami, bukan kamu tapi kami.... #so Sweett

    samapta itu kalau secara sederhana mungkin bisa diartikan sebagai orientasi sebelum memasuki tempat belajar yang baru (mos, ospek) agar punya paham satu tujuan dalam organisasi tertentu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah kira-kira mungkin seperti itu bung...
      :)

      Delete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.