Friday, 22 June 2012

Narkoba dan Bahayanya


SUMBER


Melanjutkan postingan berjudul Bea Cukai dan Narkoba (baca di sini) dan masih berdasarkan laporan VOA tentang sindikat narkoba internasional yang ingin menjadikan Indonesia sebagai target pasar narkoba (baca di sini), sekarang saya akan memberi bahaya penggunaan narkoba. Pertama-tama kita harus mengenal jenis-jenis narkoba.
Jenis-jenis narkoba (diambildari sini):                       
1.  Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.


      2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.

6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).
Jadi Narkoba memang tidak ada manfaatnya, hanya merugikan. Harganya juga mahal. Percuma beli barang mahal tidak ada manfaatnya. Lebih baik uangnya ditabung. Jadi bagi kamu yang punya duit, jangan sok-sokan memakai narkoba. Apalagi buat kamu-kamu yang tidak punya duit, itu malah akan menyiksa dan mempersulit dirimu.
Yang lebih parah adalah narkoba membuat kecanduan. Apa jadinya kalau orang sudah kecanduan narkoba. Kecanduan ibadah dan beramal sih tidak masalah. Kalau kecanduan narkoba, bahaya, bisa jadi kere. Tahu Kangen Band kan, nah sekarang mereka jarang muncul setelah mengkonsumsi narkoba. Jadi narkoba bisa membuat orang yang tadinya eksis mendadak off. Masih mending kalau hanya off, kalau dead, bahaya tuh, apa mau kamu menghadap Tuhan dengan berlumur dosa?
Nah, buat kamu-kamu, jangan mencoba narkoba. Ingat, narkoba itu bahaya. Say No To Drugs. Lebih baik minum air kelapa yang menyegarkan dan menyehatkan.
Kalau kamu-kamu yang sudah terperangkap, lebih baik kamu insyaf. sayangilah tubuhmu seperti kamu menyayangi pacarmu.

31 comments:

  1. Replies
    1. Clarrissa Jessica30 July 2012 at 18:31

      panggil saya Clarra, saya berasal dari High School of Management
      Jangan, sebaiknya anda tidak mencoba utk menggunakan narkoba.
      saya telah melihat berbagai cuplikan tentang Narkoba
      Saya ngeri ketika melihat cuplikan tsb, saya merasa kasihan terhadap mereka yang terkena Narkoba. Tapi apa daya itulah perbuatan mereka sendiri yang cenderung sangatlah ceroboh.
      Narkoba hanya membuat kita sengsara
      bagi yang mengonsumsi NARKOBA dll yang berbahaya, masih ada waktu untuk insyaf.....

      JIKA ANDA MEMAKAI NARKOBA ,DERITA DI TANGGUNG ANDA SENDIRI !!!!!!!!!

      Delete
  2. akibat yang ditimbulkan dari narkoba sungguh berbahaya

    ReplyDelete
  3. bener bngt sob, jngn sampe deh ane kena tuh barang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kau dilindungi dari barang haram itu...
      :)

      Delete
  4. say NO to drugs!! :D
    narkoba itu ngerusak tapi harganya mahal, mending duitnya ditabung buat bahagiain orangtua :D

    ReplyDelete
  5. manteb nih postingannya sobat...

    jauhkan diri dari narkoba

    ReplyDelete
  6. bener itu, narkoba cuma bisa ngerusak moral, habisin duit pula.
    Daripada buat beli gituan mending buat makan aja udah kenyang banget :D

    ReplyDelete
  7. Wah banyak banget ragamnya. Kalau disuruh membedakan ya mumet juga. La nggak pernah melihat secara langsung. Kalau tahu keberadaan sindilat narkoba segera lapor polisi sob. Narkoba bisa merusak mental generasi muda kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. segera lapor dan smeoga segera ditangkap...
      :)

      Delete
  8. hohohoho .. nice inpo sob
    pokoke narkoba udah pasti ngerugiin doang, dampaknya gak ada yang baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo udah tau jangan pake narkoba ya...
      :)

      Delete
  9. Artikel yang sangat bermanfaat, Mari jauhkan Bangsa dari barang haram ini... :)
    Hadir selalu di istana Sobat, izin share : MP3 Inspiratif Bag. XIII, review ya Sob, thanks...
    Salam bLogger, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke insya allah ya bro....
      salam blogger...
      :)

      Delete
  10. mending juga duit buat beli rumah dibanding buat beli barang tsb,
    orang sehat aja ngobat,sakit juga ngobat lalu masa diakhirat lagi disiksa malaikat juga ngobat :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaahaaahaaa.....
      bener banget sob...
      :)

      Delete
  11. Psikotropika gak masuk kahh??

    ReplyDelete
  12. makanya jgn narkoba lo has... heroik aja.

    ReplyDelete
  13. sebearnya jenis-jenis narkoba itu bermanfaat utk dunia medis, tapi karena di salah gunakan jadinya fatal akibatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kesalahannya adalah karena salah digunakan...
      :)

      Delete
  14. mahal dan nggak ada manfaatnya, tapi kenapa laris ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok tau laris mas....??
      yg jualan ya...??
      ;P

      Delete
  15. yg enak2 biasanya jalur cepat masuk neraka loh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaaa...
      kayak pernah nyoba saja ni mas r10...
      :P

      Delete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.