Monday, 24 November 2014

Layakkah BBM Pantas Naik..?



Ilustrasi

Sebagai warga negara yang baik adalah menerima kebijakan yang diambil oleh Pemerintahan..? Benarkah..? Selalu begitukah..?

BBM naik dua ribu Rupiah, apakah itu lelucon karena seorang Presidennya adalah nomor urut dua ketika masa pemilihan? Mungkin seandainya calon satunya lagi yang menjadi Presiden, BBM naik seribu Rupiah. Seperti ungkapan, siapa pun Presiden-nya, BBM pantas naik. Menjadi Presiden ternyata tidak terlalu menyenangkan ketika kebijaknnya pun bisa dijadikan sebuah lawakan, atau mungkin sebenarnya itu adalah hiburan atas duka nestapa atas BBM naik, duka nestapa atas sebuah kebijakan.

BBM naik tidak masalah asalkan investasi pembangunan meningkat, jalan-jalan mulus, fasilitas umum, sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan lain sebagainya menjadi layak. Tidak ada sekolah tanpa atap yang dengan satir disebut sebagai sekolah alam. Rumah Sakit menyambut semua pasien sehingga tidak ada ungkapan orang miskin tidak boleh sakit, padahal sakit bukan hanya hak orang kaya saja, orang miskin pun kadang ada yang ingin merasakannya.



BBM naik karena konsumsi BBM lebih banyak dinikmati oleh orang kaya, orang dengan mobil sport dengan cc besar yang tidak mampu membeli BBM tanpa subsidi sehingga ada ungkapan membeli mobil-nya saja mampu tapi membeli BBM nya masih minta negara, memang itu bukan kejahatan, bukan juga menyalahi HAM, tapi itu memalukan, ngisinke kata orang desa yang konsumsi BBM sepuluh ribu rupiah untuk tiga hari. Jadi jika BBM naik dua ribu Rupiah saja, jika mereka yang bermobil mewah, bermobil sporty tetap diijinkan membeli BBM bersubsidi, saya rasa mereka tidak keberatan, sama sekali tidak keberatan, bahkan itu berita biasa saja bagi mereka seperti ketika melihat seorang gelandangan diberitakan mati kedinginan di bawah langit dengan perut kelaparan.

Katanya dengan naik dua ribu Rupiah mereka yang gedung sekolahnya dari kayu dan atapnya dari pelepah rumbia bisa merasakan memiliki gedung sekolah dari dinding bata dan lantai keramik serta dinginnya AC. Pataskah rakyat miskin saling mengulurkan bantuan duaribu Rupiah untuk saudara nya yang miskin yang ingin memiliki gedung sekolah tembok dan lantainya keramik? Mungkin tidak pantas tapi sesama orang miskin layak saling menolong karena mereka yang kaya masih memikirkan bensin subsidi untuk mengisi mobil-mobil mereka. Yang sangat tidak layak adalah orang miskin membantu orang kaya. Ini bukan masalah tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, tapi tangan siapa yang terluka dan siapa yang pantas membalut luka dan menyembuhkannya.
 
Mobil Mewah
BBM naik, semua harga naik, naiknya lebih gila daripada naiknya harga BBM, harga diri pun sebenarnya ikut naik, sekarang rakyat Indonesia mampu membeli BBM yang naik duaribu Rupiah. Tapi bukan harga diri masalahnya, tapi karena tidak ada bahan bakar selain BBM yang mudah dicari dan cocok untuk kendaraan yang dipasarkan dan dijual serta diimpor sebanyak-banyaknya. Dulu pernah ada air bisa dijadikan bahan bakar pengganti BBM, ternyata air nya adalah air minum dan mesinnya adalah kayuhan sepeda, tak masalah seandainya jarak 5 KM, jikalau 50 KM tentu itu adalah hal yang menakjubkan jika mampu setiap hari menggunakan air sebagai bahan bakar.


Mungkinkah kita akan kembali ke zaman kejayaan Majapahit dimana kuda adalah alat transportasi, tidak seperti sekarang, kuda lebih banyak dinikmati sebagai sate, gulai, atau hanya susunya. Mungkin investasi peternakan kuda tidak akan pernah sia-sia, tidak perlu Pemerintah menciptakan mobil nasional tapi kuda nasional. Tentu lebih hijau, dan pastinya tidak polusi.

Well, BBM naik, asalkan tidak membuat darah naik. Hipertensi dapat membunuh. Pasti ada hikmah dibalik naiknya harga BBM. Pasti ada.

18 comments:

  1. naik bbm gapapa yang penting uangnya banyak .. jd gamasalah buat yang rezekiny ada ..wkwks

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke deh...
      ni kayaknya uangnya banyak jd gak masalah...

      Delete
  2. yah masalah BBM memang kompleks :) tapi saya sih dukung2 aja bbm naik

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke kalo anda mendukung, alasannya apa..?

      Delete
  3. walau bagaimanapun..BBM harganya bakalan naik,....kalo sudah naik...yg penting pemerintah bisa menjaga agar stock BBM-nya tetap ada...jangan sampe hilang di pasaran......parah kalo harga BBM naik...lalu BBM-nya di SPBU sudah nggak ada...alias hilang......
    keep happy blogging always...maaf baru bisa mampir kemari.....salam dari makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke yg penting ada stock, mahal gak masalah daripada jalan kaki ya kang...?

      Delete
  4. Lucu baca ini: "orang miskin pun kadang ada yang ingin merasakannya."

    Bukannya sakit itu semua orang ingin ngindarin ya, has? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kali saja ada mas Nuel....
      hihihihiiii...

      Delete
  5. kalau bagi saya gimana baik nya saja lah....

    numpang promo ya gan goresan-gunawan.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. sepertinya kalo kembali ke masa majapahit..itu nggak bakalan terjadi dech..,,BBM mau naik atau turun..itu adalah urusan oemerintah...sebagai rakyat..kita hanya bisa mengawasi..semoga dana subsidi itu dialihkan ke jalan yang benar benar peruntukannya untuk kepentingan rakyat......
    keep happy blogging always..salam dari makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo beneran terjadi ya gak papa sih.....
      saya fine-fne aja Jakarta macet gara2 kuda.


      hihihihihihi...

      Delete
  7. YAH, MAU BAGAIMANA LAGI SEBAGAI RAKYAT KECIL PASTI IKUT MERASAKAN IMBASNYA!

    ReplyDelete
  8. Seandainya kuda liar itu ada dimana-mana...
    mau deh tangkep satu lalu seterusnya ke kampus pake kuda aja..

    BBM nya gampang
    rumput pinggir jalan

    hi hi hi

    ReplyDelete
  9. BBM memang bikin pusing. btw, kalo bukunya dah sold biasanya dihapus dari postingan biar ga berat loadingnya.

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.