Saturday, 10 August 2013

Mungkinkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Memisahkan Diri dari Kementerian Keuangan?


Judul di atas adalah sebuah pertanyaan yang agak gila dan bisa dikategorikan sebagai upaya “pengkhianatan”? tapi well, ini era reformasi, gagasan dan ide boleh disuarakan, realisasinya menunggu keputusan dan kajian para pakarnya. Judul di atas terinspirasi dari artikel kompas bernada sama dengan judul di atas (silahkan baca).

Ditjen Bea dan Cukai selama ini dikenal sebagai salah satu “anak emas” penerimaan negara selain Pajak dan juga salah satu Ditjen yang mempunyai karakteristik militer (baca: semi militer) di lingkup Kementerian Keuangan. Ditjen Bea dan Cukai juga satu-satunya korps yang mempunyai ciri khas di Kementerian Keuangan, “biru tua”. Saya sedikit penasaran dengan pemilihan warna seragam yang menurut beberapa orang mirip dengan satpam, mengapa warnanya biru? Apakah dulu penggagasnya adalah fans dari Les Blues, atau The Blues, atau mungin biru langitnya Lazio Serie A. Well, hanya intermezo. Jika beneran maka saya berharap ada Dirjend Bea Cukai yang Gooners sejati, sehingga seragamnya akan bernuansa merah dan putih. #salah topik


Dari artikel kompas tersebut saya sangat mendukung dengan pernyataan dari Pak Faisal Basri, pengamat ekonomi, “Mereka (Bea dan Cukai) mengumpulkan dan mengelola dana pajak ratusan triliun tetapi dengan kompensasi yang relatif rendah. Akan sulit bagi mereka untuk tidak tergoda".  Tapi untuk memisahkan diri dari Kementerian Keuangan, apakah itu efisien? Selama ini untuk perekrutan pegawai Kemenkeu, menurut saya pribadi, jauh dari luar biasa bila dibandingkan dengan Kementerian lain. Saya pribadi tidak mengeluarkan biaya sepeserpun selain akomodasi dan biaya pendaftaran untuk menjadi pegawai di Kemenkeu. Saya melihat temen-temen, tetangga dan orang ketemu di jalan atau di pasar, kalau anaknya menjadi bla bla bla dan sawahnya digadaikan dijual buat bayar “uang masuk” menjadi bla bla bla. Sujud syukur alhamdulilah masih ada perekrutan yang bersih di Indonesia Raya ini.


Kalau soal kompensasi saya kira bisa dipertimbangkan, penerimaan negara meningkat juga bukan sekedar meningkat tapi Bea Cukai juga harus mandi keringat seperti yang Pak Dirjen Bea Cukai bilang. Jadi perubahan-perubahan selalu dilakukan untuk meningkatkan penerimaan negara. Well semoga para pejabat dan pemimpin negara ini memberikan keputusan yang terbaik. Amiiin.

10 comments:

  1. gue cuman bisa aminin yang terbaik aja has buat semuanya nih, pusing juga mikirannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa...
      gak usah dipikiriiiin lah Gas....
      :)

      Delete
  2. kayak amoeba dong memisahkan diri :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. berkembangbiak dengan membelah diri....
      :P

      Delete
  3. Ah gw kagak ngerti politik, yang gw mau tuh duit rakyat jangan ditilep lagi. Itu baru pemimpin dan lembaga yang amanah. Betul tidak? #aaGym

    ReplyDelete
  4. mungkin bagus mungkin juga nggak. Kalau di US memang pisah bg, Custom berdiri sendiri lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa....
      Customs and Border Protection...
      :)

      Delete
  5. coba biru-hitam, kan seru, bung... hidup nerrazzuri!!!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengennya sih merah dan putih...
      Goooners dan Indonesia Raya Banget...
      :)

      Delete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.