Thursday, 10 April 2014

PKS, Partai atau Agama?

SUMBER

Pileg sudah lewat, namun saat browsing menemukan sesuatu yang menggelitik. Saya menemukan di detik.com, ini dia yang saya temukan (silahkan baca).
Hebat ya..? Luar biasa. Memang hebat masa-masa menjelang Pemilu, semuanya menebar janji-janji manis, membuat rakyat menjadi sakit diabetes, stress, dan ngenes. Semuanya berjanji akan membuat rakyat sejahtera, adil, dan makmur. Janjinya terlalu umum untuk dijabarkan apalagi kalau dijatimkan atau dijatengkan dan pastinya akan rumit kalau diyogyakartakan. Tidak ada janji yang jelas, harusnya janji semisal “jika saya terpilih, maka semua perusahaan asing akan saya nasionalisasikan, semua kontrak sebelum saya terpilih batal”. Pasti perusahaan tambang semacam Freeport, Newmont, dan lain sebagainya akan berpikir keras bagaimana menjegalnya atau paling tidak memasang perangkap offset. Lagi pula memang sudah seharusnya kekayaan alam adalah milik rakyat. Pembatasan ekspor barang tambang yang belum diolah sepertinya tidak  berjalan sebagaimana yang dibayangkan apalagi direalisasikan, masih banyak kebijakan-kebijakan (baca). Atau janji “SD-SMA gratis di sekolah mana saja, swasta atau negeri.” Atau janji “Pertanian akan saya kembangkan, tidak ada lahan yang boleh menganggur, semua harus ditanami, apa saja yang bisa ditanam untuk dimakan.” Atau janji “saya akan membuat pesawat bikinan anak negeri agar orang Sabang bisa saling kunjung dengan orang Merauke”. Well, terlalu jauh, bukan sayalah kalau mengurus negeri ini, saya mengurus diri saya saja sudah repot, itulah makanya saya tidak maju menjadi Capres, takut tidak bisa mengurus negeri ini. Oops, terlalu jauh melenceng, mohon lupakan yang baru saja anda baca, itu hanya ilusi belaka. Dalam hitungan ketiga anda sudah pasti membaca paragraf selanjutnya.

Seperti dikutip dari detik.com

Cilegon - Ahmad Heryawan atau Kang Aher sebagai salah satu kandidat capres dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hadir sebagai jurkam nasional pada kampanye rapat umum di lapangan Sumampir, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (5/4/2014). Ia menyerukan kader dan simpatisan memenangkan Pileg 9 April nanti.
Aher mengatakan hasil survei yang dikeluarkan seluruh lembaga survei menyebutkan PKS hanya mendapatkan 3-5% suara dalam Pileg nanti. "Tapi jangan gentar karena kita masih punya Allah, mari kita berusaha dan berdoa agar PKS bisa dapat urutan pertama di Banten dan Jabar," seru Aher yang disambut pekikan takbir dari massa kampanye.
Kadang saya tidak bisa mengerti atau kurang paham bagaimana melafalkan takbir, apakah harus di dalam hati, lirih atau memang harus dipekikkan..? Sedangkan kesan saya dengan pekikan takbir adalah tentang sebuah kelompok yang sangat ingin disebut sebagai pembela agama yang bernama islam yang biasanya dipekikkan ketika akan menutup tempat ibadah atau lainnya (ya kalian sendiri juga tahu kan..? gak tahu browsing saja ya).
Nah sedangkan yang ini beda, pekikan takbir digunakan sebagai sambutan atas orasi / seruan saat kampenya yang notabene adalah sebuah kegiatan politik dan akan sulit dimengerti jika itu adalah sebuah ibadah yang di dalamnya nama Tuhan harus diteriakkan. Selanjutnya sangat pede sekali AH (saya sebut inisial saja ya) membawa nama Tuhan dalam politik, yakin tuh Tuhan gak marah dibawa-bawa politik? Atau memang Tuhan sudah menjadi bagian dari politik, bahkan ekstremnya bisa dibilang, jangan-jangan Tuhan ikut terjun di dalam politik. Saya sih takutnya jangan-jangan Tuhan hanya dibawa-bawa saja dan Tuhan sebenarnya gak mau tapi dipaksa atau terpaksa.

Bagaimana dengan pendapat anda? Anda ustadz, anda bukan ustadz, anda muslim, anda bukan muslim, anda bisa berpendapat, silahkan komentar ya? Saya sangat tertarik dengan komentar anda. Mungkin itu bisa merubah pemikiran saya. Salam Komengtator.
Didukung Oleh:

40 comments:

  1. Saya muslim, tapi dengan tegas saya katakan kalau saya lebih condong ke partai nasionalis. Walaupun Indonesia mayoritas Islam, tapi ini bukan negara Islam. Mengedepankan agama baik, tapi tidak lantas terkesan eksklusif hanya untuk agama tertentu, atau yang lebih parah untuk kelompok tertentu dalam suatu agam (gak cuma Islam kok yang punya kelompok-kelompok fanatik tertentu, kristen, juga agama yang lain ada. Hanya mungkin tidak terlalu mencolok kalau di Indonesia)

    Nice posting, anyway :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sangat setuju dengan pendapat mbak armae....
      mantabh sekali pola berpikirnya.....
      sempat ada yg bilang bahwa jika pemimpin negara kristen maka kita dijajah barat, lha kalau islam, bukannya juga dijajah Arab..?
      well, kenapa harus SARA, kenapa tidak yang paling nasionalis yg memimpin negera ini. Negara Republik Indonesia

      Delete
  2. Dalam asmaulhusna tidak ada sifat Allah Yang Maha Pemarah, yang ada hanya Yang Maha Pemurah.

    Soal kampanye seperti itu, mungking anggota PKS (caleg) takut ditendang dari DPR, DPD, dan DPRD. Takut enggak bisa korupsi lagi. Takut enggak bisa beli sapi lagi. Ya namanya aja PKS (Partai Korupsi Sapi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm......
      ya saya setuju, kenapa agama dijadikan alat politik....
      dan disinggung sentimentilnya...

      Delete
  3. Namanya pendapat, pasti tergantung dari sejauh mana seseorang itu mengenal apa yang sampai membuatnya berpendapat. Kalau saya suka mengibaratkan begini, dalam 3 orang yang ada dalam sebuah rumah ditanya apa warna kain seprai di ruang tidur utama. No. 1 ada di halaman rumah, No. 2 ada di ruang tamu dan No. 3 ada di ruang tidur. Nah, kira2 siapa yang lebih tau warna seprainya?

    Saya berpendapat begini karena miris terlalu banyak melihat banyaknya pendapat yang salah tentang sesuatu padahal ia tak tau dengan pasti kebenarannya.

    Tentang takbir, ia adalah dzikir. Masalah mau dilafalkan secara jahr (keras) atau syir (lembut) tergantung 'kepentingan' tentu, mau menyemangati diri sendiri ya tentu di syir, tapi kalau menyemangati orang banyak ya di jahr. Aneh juga kalau Rasulullah dulu saat berorasi didepan umat muslim saat membakar semangat mereka untuk melaju perang di hadapan umat yang ribuan itu bertakbir dalam hati kan? ;)

    Oya, kalau nanti ada pertanyaan "Enak aja nyamain perang zaman Rasulullah dengan perang zaman sekarang (Emang sekarang ada perang di Indonesia?), bisa google GHOZWUL FIKRI

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi boleh keras tah, tp emang iya sih soalnya waktu shalat kan dilafalkan keras, tp emang tidak apa-apa ya kalau digunakan dalam berpolitik atau agama ini adalah kendaraan politik...?

      perang pemikiran, bisa jadi itu, cocok untuk zaman ini.

      Delete
  4. Pemerintah terlalu takut untuk mengambil langkah ekstrem, Has. Banyak pertimbangannya. Jadi gimana mau jadi negara maju? Singapore aja berani buat bikin aturan ke investor asing, Malaysia juga sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya takut sama investor, tapi takut kalau uang dari investor asing yang diterima sampai kurang. haha

      Delete
    2. hahaaa....
      uang dari investor..?
      uang apa ini maksudnya...?

      Delete
    3. kalau kurang minta lagi pak hendrik....
      :P

      Delete
  5. Wah, saya mah nggak setuju ada partai yang bawa-bawa agama. Soalnya saya lihat mereka hanya menjadikan agama sebagai alat politik. Nggak bener lah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju dengan pendapat agan ini....

      Delete
  6. Wah, saya mah nggak setuju ada partai yang bawa-bawa agama. Soalnya saya lihat mereka hanya menjadikan agama sebagai alat politik. Nggak bener lah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju dengan pendapat agan ini....

      Delete
  7. Wah, saya mah nggak setuju ada partai yang bawa-bawa agama. Soalnya saya lihat mereka hanya menjadikan agama sebagai alat politik. Nggak bener lah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju dengan pendapat agan ini....

      Delete
  8. Mungkin karena partai Islam, membawa bendera Islam jadi wajar memekikkan nama Allah. Entahlah. Mungkin ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi wajar ya agama berpolitik...??

      Delete
  9. sudah saatnya rakyat Indonesia lebih cerdas, dalam segala hal.

    ReplyDelete
  10. To be honest, aku nggak suka politik di indonesia.
    Ruwet

    dan aku sih nggak begitu percaya TV dan media online zaman srkg.
    Mereka nggak objektif. Yang bayar dapet yang mereka mau.
    banyak wartawan2 media online/TV yang resign gara2 nggak tahan. menyebarkan berita yang menghasilkan uang itu melanggar kode etik wartawan soalnya kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi semuanya udah gak bener ya di Indonesia ini.....???
      hmmm...'gmn ya benerinnnya...?

      Delete
    2. kalo gtu mas gunawan tau cara benerinnya gak ni...?

      Delete
  11. ga apa juga lah. Mau pakai embel-embel islam atau ngga. kalau saya sendiri lebih percaya sama partai islam. Walaupun diantara mereka ada yang tetap korup ketika menjadi wakil rakyat, tapi persentasenya kecil dibandingkan partai nasionalis. Setiap orang berpeluang korup lho, apalagi udah jadi wakil rakyat dan kesempatan itu tetap ada.

    mungkin yang abg sorot adalah mau menang pileg kok bawa2 agama? Mentang2 di Indonesia mayoritas muslim gitu? Berbau agamis biar lebih banyak dapat partisipan. Ngga juga, karena pada dasarnya mereka partai islam, jadi wajar dong mengedepankan agama.

    just my opinion

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm....
      gitu ya...?
      tapi kalo menurutku sih gak bagus kalau agama menjadi kendaraan politik...

      Delete
    2. Ini ni bang yang salah.... Agama itu dalam Islam, bukanlah ritual. Prgi ke Masjid, sholat. Setelah itu terserah 'gue' mau ngapain kek. Bedanya Islam dengan agama lain ya itu, terletak pada aturan2nya. Islam selain mengatur hubungan vertikal 'Hablumminallah' tapi juga secara horizontal 'Hablumminannaas', ada mu'amalah disana. Justru yang agama itu tidak bisa dipisahkan dari politik, kalau gak ngapain Rasulullah dulu segala repot2 menaklukan Makkah dan akhirnya futuh? Ya pastinya karena ingin menerapkan hukum2 Allah dimuka bumi...

      Nah, kalau Islam tidak berpolitik piye carane menerapkan syariat-Nya?

      Kesempurnaan itu keniscayaan bang... kalau ada satu dua salah, ya wajar, tugas ummat adalah mengembalikan ke jalurnya

      (Saya balik lagi, curious soalnya) :D

      Delete
    3. menerapkan hukum allah di muka bumi..?
      apakah Tuhan tidak yakin hukumnya akan dipatuhi oleh makhluknya..?
      apakah manusia mempu memberikan petunjuk pada manusia lainnya..?
      bukannya Muhammad S.A.W tidak dapat memberikan petunjuk buat manusia..
      bukannya pemilik peyunjuk itu hanya Tuhan semata....
      tidak akan pernah tersesat orang yg mendapat petunjuk dari Tuhan, begitu juga sebaliknya...

      jadi masih perlukah agama berpolitik...?
      bukannya ketika kita bisa beribadah kepada Tuhan dengan bebas sudah cukup..
      ataukah orang islam harus tinggal di negara islam..?
      ini indonesia bung...
      republik....
      walaupun saya islam, saya tidak suka agama yang berpartai...

      Delete
  12. Aku ngak milih sopo2 ... aku coblos semua nya biar adil #kaburrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini nih salah satu yg golput....
      :P

      Delete
  13. hahahah, iya tu kampanye jadi ajang obral janji - janji klasik yang dari dulu itu2 aja....

    mensejahterakan rakyat, menaikkan gaji pns....
    dan masih banyak lagi.....

    gak sekalian aja bikin janji pengangguran dibayar mahal....pasti banyak yang milih.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. janji adalah sesuatu yg bisa dibagikan gratis soalnya....
      :P

      Delete
  14. Kalau soal politik aku memang gak banyak tahu....
    Terlalu rumit untuk mampu aku pahami

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaaa....
      iya bu, kalaujadi caleg gagal bisa gilaa....
      :P

      Delete
  15. Ah gw gak ngurus politik, gak mungkin ada Parpol yang 100% bersih mah, janji-janji paling yang di bayar cuman 1. Mau Partai Islam, mau Partai yang nasionalis, lebih baik bersatu dah demi negara. Ngapain buat partai banyak, 2 aja ckup kyak di Amrik sono. Partai banyak cuman bikin rakyat bingung aja mau pilih yang mana, maksudnya yg mana yg bener.. haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi....
      Katanya NKRI yg artinya negara kesatuan republik indonesia tp kok partai aja banyak.... Apa itu demokrasi..?

      Delete
  16. aduh.. no comment deh kalo soal politik. hehe

    ReplyDelete
  17. masalahnya masih banyak sekali pemilih kita yang milih atas dasaran SARA. bukan history caleg dan program kerjanyaaa ._____."

    ReplyDelete
  18. berjanji itu memang paling mudah. mungki n bibir merek a dilumuri gula hehehe...

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.