Friday, 20 April 2012

Ujian Nasional


SUMBER


Beberapa hari yang lalu Indonesia menyelenggarakan Ujian Nasional untuk siswa SMA dan sederajat. Tujuannya untuk menentukan kelulusan mereka. Mereka berhak lulus atau tidak.  Biasanya psikologi manusia akan terjebak dalam lingkaran ketidakpercayaan diri ketika mereka dihadapkan dua pilihan antara lulus dan tidak lulus. Tidak semuanya hanya sebagian dari mereka. Buktinya adalah banyak pemberitaan tentang kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh siswa yang notabene adalah penerus bangsa ini, bahasa kerennya adalah tunas bangsa, dalam pelaksanaan Ujian Nasional.

Lalu. Bagaimana bangsa ini yang katanya sudah bobrok akan bisa bangkit jika para penggantinya bermental tidak lebih baik bahkan mungkin lebih buruk. Jika mereka korupsi, merampok uang rakyat. Lalu apa bedanya dengan mereka yang curang dalam Ujian Nasional...? Merampok dan menggadai kepercayaan diri mereka. Mungkin inilah mengapa disebut lebih buruk.


Memang tidak seratus persen kemampuan seseorang bisa dinilai dari hasil Ujian Nasional. Ujian Nasional tidak bisa secara pasti mengagambarkan dan memetakan kecakapan keahlian bertahan hidup siswa. Lalu mengapa Ujian nasional yang dengan indah membuat irama tegang di dalam diri mereka yang mengalaminya dan yang menyemangatinya harus diadakan..?? mungkin inilah yang dinamakan seleksi alam. Lebih tepatnya seleksi alam yang masih bisa dapat diprediksi. Jadi Ujian Nasional bukanlah gempa bumi yang dapat datang tanpa diduga namun Ujian Nasional adalah banjir tahunan Jakarta yang seharusnya dapat diantisipasi.

Maksud dari diprediksi adalah bahwa apa yang diujikan dalam Ujian Nasional sudah ditentukan. Materinya pun jugas udah ditentukan. Hanya tinggal menentukan sebesar mana keberuntungan dan kesiapan. Semuanya akan beres dalam sekejap.

Jadi, sediakanlah payung sebelum hujan. Jika tidak hujan pun, payung masih bisa digunakan di kala panas. Lagi pula memakai payung di kala tidak hujan atau panas juga tidak akan disebut gila.

Oke terimakasih buat yang telah berjuang untuk Ujian Nasional. Jempol tangan kananku untuk kalian yang mempercayai diri kalian. Jempol tangan kiriku untuk kalian yang telah gagal mempercayai diri kalian sendiri.

Hidup masih terus berjalan. Tetap semangat. Masa depan adalah sovenir dari masa sekarang. Ingat itu. Itu adalah kata-kataku.

Dihas Enrico

36 comments:

  1. Ujian nasional sekedar formalitas saja,kenyataanya hasilnya tidak sesuai dengan kemampuan siswa alias pukul rata kebanyakan,semua di genjottt biar persentase ketidaklulusan berkurang

    ReplyDelete
  2. Aseekk...akyu dapet jempol kanan, soalnya akyu lulus, kakakkkkk :D :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha....
      bukannya mbak nay masih sma...??
      :P
      karna ga bisa lulus..
      :P

      Delete
  3. Jaman sekarang banyak yang ngasih contekan dalam UN. busuk banget tuh ide.

    ReplyDelete
  4. kalo orang ganteng kaya gw mah ga perlu UN.. langsung lulus!! haha..

    *opohubunganne

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahhaa......
      ada yg ngaku ganteng....
      minder aq...
      :P

      Delete
  5. tiap tahun selalu saja dibahas tentang kecurangan. smkin ditinggikn standar kelulusan,smkn tinggi pla kcurangannya..hoho

    ReplyDelete
  6. tapi sayangnya anak sekarang lebih enak dibanding masaku dulu yang bener fight ujian,soalnya anak sekarang nilainya bisa dibantu dengan nilai rapot

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm...
      saya kurang tahu..
      tp UN nya itu kan bikin deg degan..
      :P

      Delete
  7. Yup betul sekali UN seperti seleksi alam yang tiba-tiba membuat suatu perubahan yang drastis. Contohnya si A anak yg pintar nilainya selalu bagus, tapi pas UN nilainya jatuh. Apa penyebab itu semua? apakah faktor keberuntungan atau tak-tik dalam UN?

    ReplyDelete
  8. Bener, kemampuan seseorang itu gak bisa diliat dari hasil UN. Semoga jumlah kelulusan tahun ini bagus.. :)

    ReplyDelete
  9. gua baru selese UN looohhh!!!!
    ga curang lohhhh.... #bangga #abismerdeka #doakansayalulus

    ReplyDelete
  10. banyak yang kayak gitu, hampir semua sekolah malah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm...
      knp menyimpulkan gitu mbak...??
      :P

      Delete
  11. benerrr dulu gw 2004 lulus UAN nilai jelek tp murni otak ga ada nyontek2 ga ada bocoran jawaban.. anak sekarang licik2
    baru UN aja udah jahat gimana gede? mo jadi apa indonesia klo generasinya UN aja beli jawaban 4jt - 7jt 1 mata pelajaran. klo udah tau pelajarannya susah belajar dong !! *eh maap sewot hahaha

    ReplyDelete
  12. bagi adek adekku yang sedang mengikuti UN dapat mengikuti nya dengan lancar dan hasilnya sesuai harapan..

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah mudah2an ane lulus :) murni insyallah

    ReplyDelete
  14. wah mantap uraiannya, memang menurutku ga seratus peresen bisa di nilai hanya dengan uan yang hannya beberapa hari. lagi juga nasib orang tidak di tentukan dari Uan ko, tapi pendidikanlah yang menjadikan Uan sebagai monster baru bagi anak anak sekolah, sungguh prihatin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm...
      bener banget..
      monster psikologis..
      :P

      Delete
  15. ujian nasional hanya cara pemerintah untuk mengetahui kemampuan siswa

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan sebetulnya, masih jauh lebih mengerikan SNMPTN daripada UN.. hahhaha

      pengalaman sih...

      Delete
    2. USM STAN jg kayaknya mengerikan...
      :P

      Delete
  16. saya kemarin nggak ikut UN lho, nggak sekolah sih.

    ReplyDelete
  17. Aku gak ikut UN tahun ini T.T
    Semoga yang ikut lulus 100% yahh~

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.