Sunday, 12 February 2012

Atas Nama Kemiskinan


SUMBER


Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka angkotku tak perlu taat rambu
Kejar setoran lebih perlu
Maka ku ngetem seenak brutu
Kalian yang sekilo meter di belakangku jangan menggerutu
Ini juga demi anak isteriku



Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku tak mampu beli mobil
Hanya motor itupun mencicil
Jalan mobil ku srobot dan kuambil
Pecicilan di jalanan macam si kancil
Kupikir tak apa karna ku miskin dan ekonomi labil


Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka aku ke kota modal nekat
Tanah kosong kukangkangi dan kusikat
Kubangun kerajaanku tanpa sertipikat
Kudirikan mesjid buat pengaman dan pemikat
Karena kupikir orang kaya juga tak kalah bejat


Karena aku miskin dan merasa miskin
Kupikir pantas jika mengemis
Kujual wajah sendu isak dan tangis
Bayi kusewa agar hati kalian makin miris
Kupoles badan dengan bau busuk dan amis
Agar kalian mau memberi demi janji sorga kalian yang manis


Karena aku miskin dan merasa miskin
Kubangun supermarket di trotoar
Berkaki lima dagangan dan jasa kugelar
Ke bahu jalanan supermarketku melebar
Jalanan macet bukanlah masalah besar
Karena ku harus bersaing dengan mall dan super bazaar


Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku bisa berbuat onar dan menyakiti
Demi ketenangan kutarik uang keamanan dan upeti
Kugalang massa kubentuk kelompok orang sakti
Kebal tusukan dan kebal aturan yang membatasi
Karena penyewa dan pelindungku pejabat yang sedang sakit hati


Karena aku miskin dan merasa miskin
Maka ku berhak ambil paksa dari orang kaya
Ngamen tak diberi kugores cat mobilnya
Kuminta tak dikasih kurampok rumahnya
Sukur-sukur ada kerusuhan, kujarah kekayaannya
Karna kupikir begitulah seharusnya


Karena aku miskin dan merasa miskin
Aku hanyalah sekedar pekerja buruh
Kumerasa hidupku hanya untuk disuruh-suruh
Maka jika diajak mbangkang kusambut dengan riuh
Tanpa kutahu tujuan yang hendak ditempuh
Yang penting hari itu ku bisa mbolos dan tak perlu kerja berpeluh


Itulah diri dan hidupku
Kuharap kalian tak perlu meniru
Hidup penuh pembenaran dari kelakuan palsu
Inti sebenarnya hanyalah hawa napsu
Dibungkus tuntutan keadilan sebagai bahan isu
Padahal hakikatnya kemalasan penuh lesu

Hidup harus pantang menyerah
Jangan sedih dan susah
Kerja keras tanpa lelah

Apakah kita melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dialasankan ekonomi, alasan kemiskinan. Menghalalkan segala cara. Dan selalu kemiskinan adalah alasan. Logiskah?

Puisi bersumber dari note facebook seorang teman.

16 comments:

  1. semoga cara berfikirnya nggak miskin lagi ya, biar nggak nyusahin yang lainnya :)

    ReplyDelete
  2. yah begitulah. . . logis gak logis itu sudah terjadi dan menjamur dimana2. apa mau menyalahkan logis? aku pikir susah. . .

    ReplyDelete
  3. Hahaha.. Gue suka curhatan supir angkot yg pertama itu.. :D

    ReplyDelete
  4. yaa nggak gitu juga kalii.. justru kalo miskin yaa usahanya gimana biar jadi nggak miskin.. kalo miskin begitu, namanya miskin moral juga..

    #doh jadi sewot

    ReplyDelete
  5. hahaha... atas nama kemiskinan dia gak mempedulikan orang lain :D

    ReplyDelete
  6. blog anda sudah saya follow balik ya :D

    ReplyDelete
  7. pemikiran yg salah, ga boleh orang miskin-kaya saling iri

    nanti masyarakat hancur

    ReplyDelete
  8. Wah, benar tuh sob, sangat mengena :)

    ReplyDelete
  9. hmmm.. kreatif... bilang sama temennya, puisinya bagus... diksinya bagus dan emang sesuai kenyataan... :)

    ReplyDelete
  10. Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer senilai @Rp.900.000 dan voucher belanja.
    Info lengkapnya bisa cek disini http://www.anugrahpratama.com/shop/blog/77/
    atau http://www.facebook.com/anugrahpratamacom
    Terima kasi

    ReplyDelete
  11. wah bagus amat puisinya, siapa yang nulis? cantumin dong. bagus soalnya... :)

    ReplyDelete
  12. Kemiskinan yang di kambinghitamkan. Membenarkan tindakan yang sebetulnya keliru, tapi atas nama kemiskinan di benarkan dengan cara yang keliru. Hidup penuh perjuangan sobat. Jangan menyerah sama keadaan.

    ReplyDelete
  13. bener mas herry...
    :)

    iya mbak CSB...
    ;)

    ReplyDelete
  14. hahaha....
    mas susu segar ni gmn sih...
    :P


    pasti feby mantan sopir angkot..
    :P

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.