Setelah PKL hari pertama yang tak jauh dari masalah teori, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba juga. Dihas, Obedo, Arkas, Liko dan Hafiz, yang terangkum dalam satu kelompok, mendapat jatah PKL di Seksi kepabeanan dan Cukai dan lokasinya adalah Hanggar 3 Bandar Udara Sepinggan Balikpapan. Berhubung HP dihas belum sehat, anda semua bisa bayangkan sebuah hanggar tanpa melihat fotonya.
Di hangggar kami bertemu dengan para senior. Kepala hanggar adalah bapak ahmad saparudin, beliau orangnya gaya, terutama saat memeriksa barang atau memeriksa penumpang di kedatangan internasioanal, beliau memakai kacamata hitam.
Hanggar 3, bea cukai berdampingan dengan DHL, agen pengiriman barang atau istilahnya perusahaan jasa titipan. Setiap hari puluhan bahkan ratusan PIBK, PIB dan CD masuk di pembukuan hanggar. PIBK hampir sama dengan pelayanan pada barang kiriman pos.
Alur dokumen yang dihas tangkap dan cerna, karena teorinya sedikit lupa, adalah sebagai berikut, importir melalui PPJK atau PJT mengajukan PIBK dengan syarat-syarat tertentu kepada DJBC. Oleh DJBC, PIBK diteliti dokumen dan barang, apabila termasuk barang lartas (larangan dan pembatasan) maka akan dikenakan analising point dan harus melengkapi dengan dokumen pelengkap, semisal izin departemen perdagangan, departemen perindustrian, departemen kesehatan, polri atau TNI dan instansi terkait dengan barangnya. PIBK yang sudah masuk, barangnya akan dikenakan penjaluran. Penjaluran ada 5, khususon di tanjung priok, dan ada 3 di KPPBC di seluruh indonesia dan 2 yang sering digunakan.
Jalur-jalur itu adalah jalur MITA Prioritas, MITA Non Prioritas, jalur merah, jalur hijau, dan jalur kuning. Jalur hijau tidak dikenai pemeriksaan fisik barang kecuali terkena random dan jalur merah harus diperiksa fisik barangnya.
PIBK diberi nomor dan dilakukan pengontrolan terhadap hak-hak keuangan negara, biasanya akan muncul NTP (nomor transaksi pos) bila dibayar di kantor pos, NTPN (nomor transaksi penerimaan negara), NTB (nomor transaksi bank). Oya, PIBK adalah singkatan dari Pemberitahuan Impor Barang Khusus. Setelah itu apabila barang akan dikeuarkan maka pengeluarannya akan diawasi oleh pejabat bea dan cukai dan harus mempunyai SPPB (surat persetujuan pengeluaran barang).
Di dalam PIBK juga menyangkut manifest (inward). Di dalam manifest terdapat kumpulan BL (Bill of Lading) untuk sarana pengangkut melalui laut dan AWB (air way bill) bila pengangkutnya adalah melalui udara. Dan AWB/BL disebut sebagai master, biasanya di satu penerbangan ada satu atau dua AWB (master), kemudian dipecah ke dalam pos-pos (house) dan pos-pos ini jumlahnya bisa ratusan.
Di hanggar, ternyata volume pekerjaan sangat padat. Hanggar melayani 24/7, karena ingin Bea Cukai ingin mengunggulkan dan menggaungkan pelayanan disamping pengawasan.
Awal di hanggar, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan, kami tidur-tiduran dan terlihat bodoh. Baru saat sudah agak siang, kami sedikit mengerti apa yang harus kami lakukan.
Sorenya, jam 4, kami diajak ke terminal untuk memeriksa barang pribadi penumpang dan ini adalah saat-saat yang ditunggu oleh dihas, karena judul laporan PKL dihas adalah Tinjauan Pemeriksaan barang Pribadi Penumpang Terkait Dengan Barang Kena Cukai.
Penumpang yang akan kami perikasa adalah penumpang SILK AIR dari Singapura. Penumpangnya kebanyakan Bule. Dan kami diberi tugas untuk meminta CD (Customs Declaration) dan apabila ada yang di checklist yes, maka kami diminta melaporkan kepada senior. Lumayan juga sambil melatih kemampuan bahasa inggris.
Kira-kira jam 17.45 pemeriksaan penumpang selesai. Kami kembali ke hanggar dan mendapatkan briefing. Isi dari briefing itu memang kami ini terlihat bodoh. :P
Namun tenang, kami lama-lama akan mengerti. Mengerti karena terbiasa. J
Jam 18.15 kami pulang, tak lupa kami diberi uang angkot, karena pak Subi menemukan uang seratus ribu tergeletak di lantai di ruang X-ray.
O ya, saat mau masuk hanggar kami diinterogasi oleh mbak-mbak cantik yang menjaga area keluar masuk hanggar, karena hanggar berhubungan langsung dengan apron dan apron adalah area yang steril.
ZONESA
btw koq fontnya colorful banget yah? hahaahahaha
ReplyDeleteDHL, PIBK, dan sebagainya.. itu apa seh zone? dhe ga ngerti :(
ReplyDeletebea cukai jangan loloskan narkoba dan barang BM :D
ReplyDeleteiya mas nuel....
ReplyDeletehati saya sedang berwarna-warni.... :)
dhe baca dulu sampai akhir....
ReplyDeleteDHL tu agen pengiriman atau perusahaan jasa titipan (pjt)...
kalo pibk tu pemberitahuan impor barang khusus...
gak perlu ngerti....
yang penting tahu saja... :P
siap r10....
ReplyDelete:)
terus di apain kang uang 100rebunya?!?!?
ReplyDeletedibagi bagi mas photoshop... :)
ReplyDeletewedew penampilannya kayak oom oom hehee
ReplyDeleteMau tanya nich,
ReplyDeleteBenarkah brng dr luar negri berupa hp dan laptop yg belinya belum ada setaun/baru ntar jg kena cukai? Soale ada temen yg kena ada jg yg ga kena.
Thanks
Mau tanya nich,
ReplyDeleteBenarkah brng dr luar negri berupa hp dan laptop yg belinya belum ada setaun/baru ntar jg kena cukai? Soale ada temen yg kena ada jg yg ga kena.
Thanks
hmm, jadi inget waktu masa-masa pkl dulu juga *merenung
ReplyDeleteSlmt pagi ^^
ReplyDeletethanks utk kunjunganny k blog sy, slm knl y...
very nice blog :) sy follow yupz...
masa sih mbak SCB...??
ReplyDeletepadahal mukaku cute lho...
hahahahhaha... :P
saya jawab langsung di blog km ya mbak... :)
ReplyDeletesebenarnya tergantung dari cara pandang dan curigation petugas bea cukai,,bukan dikenai cukai namun dikenai bea masuk dan pajak dalam rangka impor...
yes....
ReplyDeletegood morning miss anabele... :)
sulung PKL dimana dulu... ?
ReplyDeletesmoga sukses y sob PKL nya
ReplyDeleteamin mas kahfi.... :)
ReplyDeleteEh makasih ya penjelasannya tentang bea cukai brng dr luar negri. Berati aq ga kena ya. Soale laptop belinya udah 2 thn hehe. Dan untuk bawaan kayaknya ga ada US$250 dech. Skrg jd tahu :)
ReplyDeletegue masih bingung sama yg namanya cukai bro...
ReplyDeleteapa cukai = cuka ???
sama-sama mbak tarry.... :)
ReplyDeletesebenarnya ada persamaannya....
ReplyDeletecuka buat ngebuat rokok,cukai buat tanda udah bayar pajak cukai.. :P