Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, 3 August 2011

Teka-Teki


Teka-teki adalah seperti rumput teki di halaman depan rumah
Kaku, kecil, agak kasar namun menyenangkan
Apalagi saat….

Thursday, 26 May 2011

Reported

This is my blog reported. it is going to increase and be better and better.

I made it July last year and now I can make it like now.
even the "gak jelas" posting was increasing but I feel okey.
check it..



Sunday, 17 April 2011

Ya Tuhan


Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah….
Tapi kalau bukan jodohku,
maka jodohkanlah…



       

Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh…

       

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain selain aku…

       

Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, biarkan dia tidak
berjodoh sama seperti diriku,

       

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali…

       

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah, Jodohkanlah denganku..

       

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian
Jodohkanlah kembali dia denganku…

From sebuah sms..

Friday, 29 October 2010

Sumpah Demi Zamrud Khatulistiwa

Bagai untaian permata hijau memanjang di equator dunia,


Zamrud Khatulistiwaku nan indah dan mempesona.


Dulu... dan dulu... dalam kotak kenangan terindah.


Dalam ingatan semua orang dari segala bangsa.






Namun, lihat apa yang terkadi sekarang?


Hijau itu berubah kelam keabuan,


Saat Merapi memuntahkan debu'nya.


Hijau membara menjadi merah,


Saat Merapi kembali mengeluarkan laharnya.


Hijau tergoncang menjadi coklat tanah,


Saat Bumi Mentawai bergetar meretakkan dataran.


Dan Hijau pun berubah jadi biru pucat


Saat air berlimpah menghanyutkan






Ini bukanlah salah siapa-siapa


Ini bukanlah tanggung jawab siapa-siapa


Ini bukanlah beban siapa-siapa


Jadi, jangan salahkan siapa-siapa


Pandanglah diri sendiri dan lihat apa yang telah kau lakukan


Pandanglah sekitar dan lihat apa yang bisa kau lakukan






Lagi-lagi kita diperingatkan


Lagi-lagi kita diberi ujian


Sebagai tanda sayang kepedulian-Nya






Selalu, kita harus ingat apa kewajiban kita,


Pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa, dan dunia


Selalu, kita harus tau apa yang pantas kita berikan


Pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa, dan dunia


Selalu, kita harus memegang teguh pedoman hidup


Agar dapat menjalankan kewajiban dan memberikan yang terbaik


Pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa, dan dunia






Dari berbagai belahan dunia,


Dari berbagai zona waktu yang berbeda,


Dari berbagai ragam tanah yang kita injak,


Darah kita tetaplah Merah, Tulang kita tetaplah Putih


Dan Sumpah Kita tetaplah sama,


SUMPAH PEMUDA INDONESIA






Bagai untaian permata hijau memanjang di equator dunia,


Zamrud Khatulistiwaku nan indah dan mempesona.


Dulu... dan dulu... dalam kotak kenangan terindah.






Namun tak inginku hanya ingat dalam bayangan.


Akan aku perlihatkan kembali kemegahannya


Kuperkokoh, kuperkuat, kuperindah.






Mari semua Pemuda-Pemudi Indonesia


Tegakkan bahu dan Perkeras tekad


Kita buktikan KEKUATAN INDONESIA yang tiada habisnya!






PS: Silakan bagi yg ingin mengopi dan merepost. Siapa yg nulis ga penting kok.


Yang penting tersampaikan.


Makasih.


Intan Chelsea
Alumni Tarnus

Sunday, 3 October 2010

Rinduku Padamu, Sahabat!

Hei, Sahabat Terkasihku..
Aku rindu padamu.

Tak lebih dulu kutanyakan kabarmu,
Tak pernah ku merasa perlu berbasa-basi dahulu..

Karena aku terlalu rindu padamu.

Hei, Sahabat Terkasihku..
Masihkah kau simpan manisku dulu?
Masihkah kau ingat getahku dulu?

Cerita lucu yang membuat rindu,
Pengalaman seru yang memicu candu.

Hei, Sahabat Terkasihku..
Tak mauku hanya kenang masa lalu,
Tak bisaku mengumbar memoriku denganmu..

Karena ku terlalu rindu kau,

Aku yakin,kau pasti selalu ada untukku,
Aku tau, kau pasti akan tumbuh tua denganku..

Hei, Sahabat Terkasihku..
Aku tak peduli apa rupamu disana,
Tak perlu tanya atau kata,
Sudah pasti kuterima semua luka dan gembiramu..

Karena ku terlalu sayang padamu!

Kau pastilah tau itu,
Dengan mata, telinga tertutup dan tangan terbelenggu sekalipun,
Aku akan senantiasa mengenalimu,

Karena hatiku telah terlalu dalam terpaut padamu.

Hei, Sahabat Terkasihku,
Aku rindu kamu!
Kau pasti tau itu,
Tanpa perlu kuteriakkan padamu.

by Intan Chelsea