Thursday, 18 July 2013

Ramadhan, Pesta Kaum Kapitalis

SUMBER

Efek dari membaca artikel “Marhaban Ya Kapitalisme” milik Mas Rawins yang sampe saya bela-belain artikelnya saya permak biar bisa dibaca lewat pdf, adalah meninjau ulang bahwa Ramadhan yang seharusnya diisi dengan ibadah suci bernama puasa telah beralih makna menjadi pola konsumtif yang menggila (tentunya bagi sebagian orang yang kebanyakan duit). Aneka diskon, mulai dari makanan, baju muslim, mukena, dan lain sebagainya menggoda dan menggelitik keinginan untuk mengkonsumsinya walaupun tidak terlalu mendesak. Luar biasa.

Belum lagi berita heboh dana untuk sidang isbath yang mencapai Rp 9 Milliar, yang menuai caci maki dan hujatan dan disanggah oleh Manteri Agama dan belum jelas sampai sekarang sidang isbath itu menghabiskan dana berapa?
Toh sidang yang katanya untuk kepentingan umat, kenapa harus menghabiskan dana wuah. Kenapa tidak setiap orang yang meneropong hilal mengabarkan melalui sms, kan lebih murah. Dan juga kenapa tidak percaya dengan orang yang membuat kalender. Toh kata Pak Ustadz, puasa itu untuk Allah dan Allah sendiri sebagai pahalanya (kalo gak salah denger ya, kalo salah tolong dikoreksi). Jadi hemat saya, kalo toh puasanya lebih duluan atau terlambat, Tuhan Maha Tahu bahwa hambanya adalah makhluk yang lemah. Lalu apakah lantas jika sudah melakukan sidang isbbath pasti benar?


Sesungguhnya, puasa itu kan mengajarkan untuk menyelami kehidupan orang yang tidak punya, yang hanya sekedar makan sehari tiga kali saja susah, yang kadang sehari makan sehari besok entah bisa makan apa tidak. Tapi kenapa saban Ramadhan, semua kebutuhan pokok naik (dan setelah lewat Ramadhan juga jarang turun). Sehingga untuk mengepulkan dapur pun menjadi sulit. Namun anehnya semuanya malah ingin ada, apa-apa harus ada saat berbuka. Seolah menahan lapar seharian saja adalah siksaan yang berat dan harus dilampiaskan saat berbuka. Dan ini menjadi penyebab kebutuhan dapur meningkat gak karuan dan menimbulkan inflasi di bulan-bulan setelah Ramadhan. Mengenai fenomena inflasi bisa di baca “Al-Baqarah 276”.

Apa yang bisa diresapi ibadah puasa, merasakan kehidupan orang miskin, kalau puasa malah menimbulkan dan menjadikan diri manusia yang konsumtif berlebihan yang justru dimanfaatkan oleh kaum kapitalis.
SUMBER

Tidak Cuma orang awam saja, bahkan para ulama atau ustadz turut serta dengan mempromosikan vitamin atau suplemen ini itu untuk melancarkan ibadah puasa. Padahal tidak makan seharian tidak akan membuat orang mati. Dan kalau pun beneran mati, matinya juga mati syahid. Jadi kenapa mesti takut kalau niat ibadahnya untuk meraih surganya?

Ramadhan kesannya malah menjadi ajang euforia saja dimana ibadah yang seharusnya sederhana menjadi rumit dan banyak aturan. Apakah itu bukan tanda ketersesatan?

Belum lagi acara sahur yang diisi dengan candaan dan guyonan, bukannya ceramah agama yang mendidik. Tapi semuanya tenang saja dan menikmati. Padahal sebenarnya sedang diperalat pihak TV penyembah rating guna meraih target pendapatan dari iklan.

Terlalu mudah menjadi budak kapitalis tanpa kita sadari. Koar-koar anti Kapitalis, anti Amerika dan antek-anteknya, nyatanya dengan keadaan sekitar tidak sadar dan peka. Apakah setelah Ramadhan lewat ada yang mereka sisakan. Tentu tidak, mereka sudah sibuk dengan agenda lain demi mengisi pundi-pundi uang mereka agar semakin menggunung.

SUMBER

Tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi pemikiran dan pendapat. Menyenangkan kalau ada yang sependapat, kalau tidak, mohon jangan dihakimi. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang tawadu’ menjalaninya dan yang sekedar ikut heboh semata, hehheheee......

Maaf bang Rawins tulisannya saya permak ulang. Semoga Anda diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Amiiin.


ZONESA

30 comments:

  1. Iya bener juga tuh yang sidang isbath, kalo emang ngabisin 9 Milyar udah terlalu tuh, mana sidangnya sebentaran doang. Di rumah juga bisa tuh gelar sidang.. :D
    Iklan sirup? wkwkwk.. Emang sih berasa gimana gitu tapi kita jg gak bisa ngelak lagi kalo iklan2 TV gitu emang perlu utk promosiin produknya, soalnya nasib pegawai juga tergantung dari lakunya produk2 itu. Terlepas dari yg mau ngambil untung dari iklan2 itu, ada nasib para pegawai juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya udah taun depan sidangnya di rumah bang feby saja yaa.....
      :P

      Yah itulah mengapa para pemilik perusahaan harus memperhatikan nasib pegawainya karena merekalah yg membuat mereka kaya.....
      :)

      Delete
  2. aku sih biasanya nonton ppt... bagus sih mendidik pula

    ReplyDelete
    Replies
    1. PPT, bisa dipertimbangkan kok....
      :)

      Delete
  3. Dalam urusan ini, ane netral aja sob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah kok pilih netral..?
      harus nyoblos mas..?
      #salah makna

      Delete
  4. Yah gitu deh orang sini, Has.... Beragamanya emang dangkal... Gak sepenuh hati... Cuma pengen dilihat alim aja... Hahaha

    #LaluFacepalm

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa....
      beribadah gak pake ilmu dan kadang cenderung saklek....
      tp kan itu pendapat saya....
      :P

      Delete
  5. beruntungnya saya bukan termausk orang terpengaruh bg. Memang para produsen memanfaatkan moment ini dengan inilah itulah, memancing orang untuk lebih konsumtif

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak terpengaruh apa blemu terpengaruh niii...??
      :P

      Delete
  6. Klo dipikir2 harusnya puasa itu lbh irit krn jam makannya berkurang. Betul ga? Tp nyatanya malah banyak yg memboroskan diri. Apa2 maunya dibeli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hhahaaa....
      efek manusia itu mbak yang seolah menahan lapar satu hari adalah sebuah siksaan dan harus dilampiaskan saat berbuka....
      :)

      Delete
  7. Setuju, Brur.. sebagian besar dari komunitas Islam di negeri kita masih cenderung untuk konsumtif; sehingga kelemahan ini pun dimanfaatkan oleh kaum kapitalis. Alhamdulillah, daku, Abah/Ibuk dan saudara-saudaraku tidak termasuk dalam kategori "masyarakat konsumtif"... nice share, useful for me.. Thanks, yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. manusia perlu melakukan kegiatan konsumsi namun konsumsi yang perlu adalah konsumsi yang wajar....
      :)

      Delete
  8. Waah.. gilee bener kalo ngabisin 9M ya...
    Kalo sidang isbath menurutku perlu juga.. apalagi ada banyak aliran di negara kita. Jadi dengan sidang isbath, mestinya persatuan akan lebih kokoh. Tapi, gak harus ngabisi 9M juga kali yaa.. heheheh.. ^___^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaa itu dia..? kenapa harus ngehabisin 9 MIlliar...
      itu kan wow banggetds.....
      :P

      Delete
  9. Tuing... bener juga sob. Iklan2 itu memang provokator, beruntung saya jarang sekali menonton TV. Bagi yang jarang aja udah ganggu banget itu iklan, kesannya kita ini jadi umat konsumtif. Dan yang paling banyak dicekoki itu siapa lagi kalau bukan ibu2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa....
      Indonesia emng pasar dunia....
      :)

      Delete
  10. yah memang benar adanya, bahwa ibadah puasa itu ibadah khusus untuk Allah ( jalinan hubungan antara hamba dan Tuhan), hanya Allah yang tahu dan menilai mengenai derajat ketaqwaan dari orang yang berpuasa.
    Dan benar juga adanya, saat ini...momen bulan Ramadhan menjadi lahan bisnis bagi pedagang.

    Kembali pada niat, jika niatnya sudah tidak murni lagi...seperti menjadikan momen bulan puasa sebagai bisnis...maka ya akhirnya mendapat sesuai seperti awal niat....tidak ada arti dan hampa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semuanya adalah diawali dengan niat...
      :)

      Delete
  11. lah,,ini ada beberapa gambar pesan sponsornya ya,
    tapi tidak semua loh menjadikan Ramadhan sebagai ajang pesta kaum kapitalis, karena masih banyak masyarakat yang menjadikan momentum Ramadhan ini untuk bisa menjadi lebih baik dalam pandangan dunia maupun dalam pandangan ALLAH....salam :-)

    ReplyDelete
  12. nah yang kaya gini ini tulisan yang baik dan benar
    ga perlu pake misuh misuh haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaaa....
      padahal cm ngedit dikit punya sampeyan mas...
      jd berasa memuji tulisan sampeyan sendiri lhooo...
      :P

      Delete
  13. Replies
    1. yap betul sekaliii.....
      #maaf ya kalo lobangnya masih keliatan.....

      Delete
  14. Ya, mungkin itulah bisnis. Apapun demi uang
    mungkin

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap kalo bisnis emng gitu mas...
      :)

      Delete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.