Sunday, 23 June 2013

Apa penyebab sebenarnya Paus Benediktus XVI mau mengundurkan diri?

“Dalam tahun 1970-an, paedofili diteorikan sebagai sesuatu yang sepenuhnya selaras dengan manusia bahkan dengan anak-anak. Bahkan dalam lingkungan teologi Katolik, dipertahankan bahwa tidak ada hal yang disebut jahat pada dirinya sendiri atau baik pada dirinya sendiri. Yang ada hanyalah sesuatu ‘lebih baik dari’ dan sesuatu ‘lebih buruk dari’. Tidak ada sesuatupun yang pada dirinya sendiri baik atau jahat.” (Paus Benediktus XVI, 20 Desember 2010)
Bukan bermaksud sentimental terhadap umat Katolik, hanya ingin berbagi informasi mengenai peristiwa yang cukup menyita pemberitaan dunia beberapa waktu yang lalu. Dan apabila ada pihak yang merasa dirugikan, saya meminta maaf dan apabila ada sesuatu yang salah dalam tulisan pada halaman ini mengenai alasan mengundurkan diri Paus Benediktus XVI.
Silahkan menikmatinya.
SUMBER


Banyak orang (termasuk orang Katolik) belum tahu bahwa ada skandal besar dalam Gereja Roma Katolik dewasa ini, yang sengaja ditutup-tutupi oleh Vatikan, dalam hal ini oleh Paus Benediktus XVI. Skandal besar itu adalah kasus-kasus bertimbun pedofili dan kekerasan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh sangat banyak rohaniwan Katolik sedunia.


Karena seriusnya kasus perkosaan terhadap anak-anak oleh para pastur Katolik sedunia, teolog besar Katolik Hans Küng akhirnya menulis sebuah surat terbuka (16 April 2010). Selain kasus pedofili, ada sejumlah kasus besar lain dalam GRK yang disoroti Küng; suratnya terpasang di disini. Di hadapan Hans Küng sendiri, saya pernah mendiskusikan surat terbukanya ini dengan beliau langsung; dan saya sangat menghormati dan mengasihinya. Beliau adalah seorang yang memiliki integritas tinggi.

Kita sudah tahu bahwa Paus Benediktus XVI pada 10 Februari 2013 lalu telah menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya persisnya pada 28 Februari pk. 20.00 pada 2013. Menurut pernyataan resmi, Paus Benediktus XVI akan segera melepaskan jabatannya karena alasan dia sudah lansia dengan kesehatan yang makin menurun.

Tentu kita bisa maklum kalau Paus Benediktus XVI mau mengundurkan diri karena alasan usia dan kesehatan; tapi, sangat banyak orang yang meragukan alasan ini. termasuk saya, Dihas Enrico, karena seorang pemimpin rohani yang dipilih Tuhan uantuk memimpin umatnya idealnya masa jabatannya hanya Tuhan yang menentukan atau secara sederhana itu  adalah jabatan (secara rohani) seumur hidup. Sebuah artikel di
http://Examiner.com  15 Feb 2013 membeberkan alasan yang sebenarnya dari pengunduran diri Paus Benediktus XVI, yang sebetulnya bukan rahasia lagi. Link ke artikel yang anda perlu baca itu adalah http://www.examiner.com/article/the-pope-seeks-immunity-the-end-of-the-vatican-could-be-near.

Ditulis dalam artikel itu, Paus Benediktus XVI sedang diproses secara hukum dan akan ditangkap karena tuduhan dia sudah menutup-nutupi kasus-kasus pedofili dalam GRK sedunia. Juga kata artikel itu, Paus Benediktus XVI sedang meminta suaka politik dari pemerintah Italia yang akan memberinya kekebalan hukum setelah turun.

Anda semua dan saya tentu sangat masygul dan berduka dengan sangat dalam atas prahara dalam GRK ini yang potensial akan melenyapkan negara kecil Vatikan sama sekali.

Menurut Huffington Post, 18 Februari 2013, demi keselamatan dan kekebalan hukumnya, mungkin Paus Benediktus XVI akan memilih tetap tinggal di dalam Vatikan meskipun sudah bukan Paus lagi nantinya. Berita di Huffington Post itu terpasang online di http://www.huffingtonpost.com/2013/02/17/pope-immunity_n_2708518.html?ncid=edlinkusaolp00000003.

Saya tak tahu jawabannya, apakah sosok agung Paus lebih bermartabat berlindung di Vatikan, atau mempertanggungjawabkan kesalahannya dengan jantan secara hukum sebagai orang yang diklaim sebagai sang wakil Yesus Kristus di dunia, penerus Rasul Petrus..??

Akhir Februari 2013, kembali Küng melontarkan kritiknya yang tajam kepada Joseph Ratzinger (nama asli Paus Benediktus XVI). Kata Küng, dengan tetap ngendonnya Ratzinger di Vatikan kendatipun dia sudah bukan Paus lagi (suatu kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya!), sang mantan Paus ini ingin tetap memainkan kekuasaannya sebagai Paus bayangan. Ya, dengan kata lain, langkah Ratzinger ini adalah sebuah politicking! Kritik tajam Küng ini termuat di Huffington Post 28February 2013. Jika ada orang yang menegaskan bahwa Ratzinger akan mematuhi penuh Paus berikutnya sebagai penggantinya meskipun dia tetap berdiam di Vatikan, pertanyaan yang muncul adalah apa motif sebenarnya Ratzinger memilih tetap tinggal di Vatikan. Untuk berlindungkah? 

Untuk semua teman yang Kristen, tariklah hikmah dari kasus besar dalam GRK ini, bahwa tidak segalanya yang berkaitan dengan agama anda itu baik. Dalam sekian kasus mutakhir di lebih dari satu agama, kita makin paham, agama malah kerap dipakai untuk melindungi kejahatan dan kebobrokan moral. Dihas Enrico berpendapat memang kadang yang terjadi adalah seperti itu, suatu kelompok dengan mengatasnamakan agama dan Tuhan merusak, membunuh dan mengintimidasi kelompok atau orang lain.

Poin pentingnya ini: jika anda tahu lembaga agama anda bobrok, jangan melindunginya, tapi ungkap dan selesaikanlah, demi kebenaran teragung. Hanya orang yang mengabdikan diri pada kebenaran teragung, akan bisa mengungkap kebobrokan moral zaman ini, yang terjadi dalam agamanya sendiri sekalipun. Pesan saya: Jangan lakukan DENIAL. Apa itu denial, baca di sini http://www.ioanesrakhmat.blogspot.com/2012/07/denial-apa-penyebabnya.html.

Tapi faktanya, jauh lebih banyak orang mau menyerahkan diri kepada kebenaran semu dan terus melakukan denial, dan melupakan kebenaran teragung. Apa itu kebenaran teragung, akan diketahui oleh setiap insan pencari kebenaran yang memiliki kelurusan hati, keluhuran budi dan akal yang sehat dan kritis. Kebenaran teragung ini terus terungkap secara bertahap, dan tak akan pernah tiba di titik final. 



Baca juga:

(1) 
Goodbye to an evil popeCFI, 23 February 2013, pada http://www.centerforinquiry.net/blogs/entry/goodbye_to_an_evil_pope.

(2)  
Pope Benedict resigned after being handed report into gay sex and corruption in Vatican, says newspaper dalam News Limited Network 22 Feb 2013, pada http://www.news.com.au/world/pope-benedict-resigned-after-being-handed-report-into-gay-sex-and-corruption-in-vatican-says-newspaper/story-fndir2ev-1226583285843.

(3)  Rosella Lorenzi, 
Money, sex scandal may be linked to Pope's resignationNews Discovery.com 21 Feb 2013, pada http://news.discovery.com/history/religion/secret-report-of-sex-scandals-may-have-prompted-popes-resignation-130221.htm#mkcpgn=emnws1.

(4) Michael Stone, 
Pope will remain in Vatican to avoid prosecution for child sex abuse”,Examiner.com 16 Feb 2013, pada http://www.examiner.com/article/pope-will-remain-vatican-to-avoid-prosecution-for-child-sex-abuse.

(5) Michael Stone, 
Religion: Pope implicated in German sex abuse scandal”, Examiner.com 12 March 2010, pada http://www.examiner.com/article/religion-pope-implicated-german-sex-abuse-scandal.

Dihas Enrico memperoleh informasi ini dari tanpa dan hanya menambahi beberapa kalimat tambahan sebagai pendapat pribadi http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2013/02/apa-penyebab-sebenarnya-paus-benediktus.html

14 comments:

  1. begitu ternyata, sedalam-dalamnya bangkai dikubur pasti akan tercium baunya, seperti kasus yg dijelaskan agan, walau ane baru baca atau tahu berita ini, tapi ane tahu maksud beritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah dibaca semuanya kah...?
      semoga paham dan bukan salah paham yaa...
      :)

      Delete
  2. sikap dan perilaku manusia itu memang dari hati masing-masing kok. agama latar belakang pendidikan dan ekonomi ga berpengaruh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas,,,,
      :)
      mereka hanya sebagai patokan atau batas-batas...
      :)

      Delete
  3. Gereja juga kesannya cuek bebek dengan beberapa kasus pastor gay.... Jijik gue dengernya... Masak pemimpin spiritual itu punya orientasi seks menyimpang? -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmmmm......
      ada yang salah waktu pemilihan mungkin...

      Delete
  4. well, i have no words to say.. mungkin karena saya juga enggak mengikuti, cuman tau aja bahwa paus mundur dan digantikan. At least logika pemahaman mas dihas bisa diterima, kalo menyangkut agama, pada dasarnya (harusnya) ya enggak ada batasan, atau bukan dia yang menentukan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas kalo gak ada pengetahuan jangan komentar panjang2....
      :)

      Delete
  5. paus ga boleh nikah, makanya ada kejadian

    ReplyDelete
  6. Berat amat ini postingan, mana kesini pagi pagi. -_- makin bikin mules. Ayo update lagi woy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. bentarlaah mbak...
      ntar aq update wisata ke Malang...
      :)

      Delete
  7. lupa mau koment apa, hihiihi..

    postingannya begini sih,

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.