Friday, 12 October 2012

Dana Talangan (Hutang), Riba, Penghematan, Investasi, dan Islam



sumber


Beberapa waktu yang lalu VOA memberitakan bahwa Spanyol menyambut baik dana talangan (baca). Dana talangan ini digunakan untuk menyelamatkan bank-bank di Spanyol. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana jadinya jika sebuah bank yang merupakan sumber dana malah perlu diselamatkan? Artinya sudah tidak adakah orang di Spanyol menabung uangnya di bank atau memang sudah pada titik nadzirnya perputaran uang di Spanyol? Sebaiknya Spanyol membuat iklan untuk rakyatnya agar rajin menabung. Menabung sama dengan berhemat. Ada filosofi bahwa dia yang akan selalu kecukupan adalah yang membutuhkan sedikit namun menghemat banyak.

Dana talangan yang didapat Spanyol bisa dikatakan sebagai utang. Utang bisa dikatakan sebagai modal dan di negara kapitalis, utang dihargai dengan bunga. Benarkah itu yang kapitalis ajarkan?
Dari berbagai sumber, kapitalisme secara sederhana adalah  modal diganjar dengan bunga. Secara instrinsik, pada prinsipnya disepakati bahwa modal memiliki hak untuk berkembang. Bunga berperan sebagai inti kekuatan pendorong untuk menghimpun modal yang kemudian disalurkan sebagai energi untuk menggerakkan dan memelihara pos-pos produksi yang bekerja dan mendatangkan keuntungan yang kemudian juga akan berubah menjadi modal. Singkatnya, bunga menjadi sebuah perangsang untuk menjaga modal agar terus berputar dan berkembang.

Misalnya saja dalam perusahaan swasta bebas, baik seseorang harus membayar bunga ataupun tidak, rasa kepemilikan dalam diri seseorang itu sudah cukup untuk menciptakan suatu dorongan bahwa modal seseorang itu harus berkembang. Dan seandainya seseorang itu harus membayar bunga atas pinjaman yang digunakannya sebagai modal, maka suku bunga itu akan menjadi sebuah benchmark. Ini dapat diibaratkan bahwa seseorang  harus berdiri, mengawasi pertumbuhan dan perkembangan modalnya secara terus menurus dan dalam jangka waktu tertentu yang kadang tidak bbisa ditentukan.

Sedangkan jika di negara Sosialis, para ahli berpendapat bahwa tidak ada intensif bunga untuk memutar dan mendaur ulang modal menjadi sebuah mekanisme produk, karena modal dimonopoli oleh negara. Jadi, tidak dibutuhkan adanya perangsang. Dalam tatanan sistem ekonomi sosialis, kepemilikan seluruh modal secara paksa dikuasai oleh negara dan menjadikan bunga sama sekali tidak relevan dan berarti.

Maka kendalanya adalah tatkala Anda tidak berada di bawah suatu tekanan apapun untuk meraup penghasilan lebih besar dari bunga yang harus Anda bayar, maka Anda tidak akan memiliki pemacu dan rasa tanggung jawab dalam bentuk apapun.

Seandainya seluruh modal dalam negara sosialis, misalnya dapat ditentukan nilainya dari sudut pandang berapa banyak bunga yang dapat dihasilkan bila disimpan dalam sebuah bank, maka hal ini akan memperlihatkan dua belahan gambaran yang berbeda dan menarik untuk menampilkan kemungkinan-kemungkinannya.
Yang lebih dari sekedar kemungkinan bahwa biang keladi sebenarnya dari kemunduran standar kehidupan dapat ditunjukkan dengan tepat dengan cara ini.

Menurut seorang ahli ekonomi dari Inggris, karena negara sendiri (negara dengan sistem sosialis) bertindak sebagai pelaku kapitalis, maka ia akan luput dari sebuah sistem monitoring yang berfungsi memperingatkannya terhadap kegagalan, pemborosan dan kesalahan besar dalam cara menangani modal negara karena tidak ada kewajiban finansial yang harus dipenuhinya dan dapat menggunakan modal tanpa tuntutan tanggung jawab. Situasi seperti ini rawan dengan bahaya-bahaya, yaitu mengacaukan rasio input-output (penerimaan dan pengeluaran). Dan kuantum pemborosan akan terus membumbung dan meninggi.

Tidak adanya pengawasan yang ditempatkan pada kebijakan penyaluran modal membuat Pemerintahan Sosialis sulit untuk menilai tingkat pertumbuhan ekonomi riil untuk diperbandingkan terhadap ekonomi pasar bebas.

Jadi lebih baik  membutuhkan dana talangan atau tidak..?

Kalau menurut saya pribadi sih perlu namun jangan dalam jumlah besar karena itu akan sangat berpengaruh dengan kemampuan dan daya bayar terhadap suku bunga yang dihasilkan dari dana talangan tersebut. Lebih tepatnya adalah ukur dahulu kemampuan kita sebelum mendapatkan atau meminta dana talangan.

Bisa diibaratkan dengan suatu masyarakat. Biasanya bunga riba ini menjerat masyarakat yang terbius iklan-iklan gaya hidup mewah. Seperti desain sofa terbaru, vila mewah, alat dapur modern, dan lainnya. Jika mereka memenuhinya dengan cara meminjam dengan bunga ataupun tidak, hal ini sama saja akan menaikkan daya beli seseorang di masa sekarang dengan resiko menurunkan hal yang sama di masa mendatang.

Misalnya, seseorang memiliki penghasikan 1 juta/bulan dan pergi berbelanja barang-barang mahal dengan bantuan uang pinjaman, katakanlah pengeluarannya mencapai 40 juta, maka kemampuan membayar utangnya akan ditentukan rata-rata simpanannya tiap bulan. Anggap saja dia dapat mencukupi pembelanjaan dengan uang 600ribu. Hal ini akan memberikan kesempatan kepadanya untuk menyimpan 400ribu tiap bulan. Maka ia harus hidup dalam anggaran ketat itu selama 100 bulan berikutnya untuk memenuhi kesenangan berbelanjanya sesaat. Oleh karena itu, apa yang telah dilakukannya adalah meminjam uang masa depannya selama 100 bulan (sekitar 8 tahun lebih).
       
Tetapi jika ia juga harus membayar bunga, posisi finansialnya akan semakin terjepit. Katakanlah pada tingkat rata-rata, 14%, maka total peminjamannya dari pengeluaran tadi akan menjadi jauh lebih besar dari yang dipinjamnya. Hal ini akan memperlemah daya bayarnya dan memperpanjang periode pembayarannya. Jika orang ini tabah dengan melakukan pembayaran bulanan 500ribu, maka dia akan menjalaninya selama 20 tahun sebagai hukuman akan ketergesaanya tadi. Total pembayaran pinjaman dan bunganya yang berbunga kurang lebih dapat mencapi 120 juta.

Kerugian pasti ada pada pihak peminjam tentunya. Pemberi pinjaman adalah bagian dari sistem eksploitasi. Lagi pula hanya sedikit orang-orang yang beruntung memperoleh kenaikan-kenaikan pendapatan tahunan seiring tingkat inflasi.

Begitu juga halnya dengan sebuah negara. Jika sebuah negara bisa melakukan penghematan-penghematan yang baik terhadap kebocoran penggunaan dana atau modal yang dimiliknya maka negara tersebut bisa dikatakan dan layak didoakan aman dari bencana ekonomi.

Jadi, hemat adalah suatu sikap yang perlu dan patut diterapkan dalam segala lingkup kehidupan.

Lalu jika sudah berhemat, dana atau modal yang berhasil dihemat akan diapakan? Disimpan di bank-kah?
Setiap bank tak bisa dipungkiri adalah riba/bunga. Para ahli menemukan bahwa tingkat suku bunga intern-bank hanya dibayarkan pada deposit yang besar-besaran dan tidak untuk saving account para depositor rata-rata/kecil. Meskipun ada efek dari coumpouding interest (Bunga dari pinjaman dan bunga dari bunga itu sendiri), hasil yang diperoleh depositor keci adalah jauh di bawah daya beli uang yang sebenarnya. Meskipun dalam jangka pendek berfluktuasi, namun pada akhirnya bunga yang diperoleh akan berada dibawah tingkat inflasi. Sedang disisi lain, jumlah dana pokok yang sama apabila diinvestasikan kedalam beberapa usaha bisnis maka malah akan memiliki potensi berkembang dalam arti yang sebenarnya.

Jadi, dana yang berhasil dihemat sebaiknya diinvestasikan secara nyata agar hasilnya bisa dibayangkan dan datang secara nyata.

Tafsir surah Al-baqarah:275.  Kata-kata gila berarti bahwa seperti halnya orang-orang gila yang tidak acuh akan akibat perbuatannya. Demikian pula halnya dengan lintah darat dengan tiada belas kasihannya tidak menghiraukan kepudaran dalam akhlak dan ekonomi yang ditimpakan mereka atas perseorangan, masyarakat, dan malahan atas khalayak dunia pada umumnya. Riba menyebabkan pula semacam kegilaan dalam diri si lintah darat dalam artian bahwa seluruh kesibukannya dalam mencari untung menjadikan dia menjadi tidak peka terhadap segala maksud baik.
Riba dilarang dalam Islam sebab membuka kesempatan menarik kekayaan ke dalam satu lingkungan kecil dan karenanya membawa pengaruh buruk dalam pembagiannya secara adil dan merata. Riba menambah kemalasan di kalangan orang-orang yang meminjamkan uang, dan membunuh dalam dirinya segala perangsang untuk menolong orang lain, dan menyumbat segala sumber tindakan kasih-sayang. Peminjam uang mengambil kesempatan dan mengeruk keuntungan dari keperluan dan kesusahan orang-orang lain.
Sementara disatu pihak riba menyebabkan siapa yang meminjamkan memeras keperluan orang lain, di pihak lain riba menimbulkan pada si peminjam ada kecenderungan mengerjakan segala sesuatu dengan ceroboh dan mengambil hutang dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan kesanggupannya membayar kembali, dengan demikian mencederai akhlaknya sendiri dan akhlak probadi yang meminjamkan. Riba menjuruskan pula kepada peperangan.

Tiada peperangan yang berlarut-larut terjadi tanpa bantuan pinjaman yang bunganya membawa kepada keruntuhan ekonomi bagi pihak yang menang dan pihak yang kalah kedua-duanya. Sistem yang memudahkan mengambil pinjaman, membuka kemungkinan bagi pemerin tah-pemerintah meneruskan peperangan yang merusak itu, sebab mereka mendapatkan angin untuk berperang tanpa mengadakan pemungutan pajak dengan langsung. Islam melarang segala bentuk bunga uang. Di zaman modern ini perniagaan telah begitu terikat oleh dan tak terpisahkan dari rantai bunga uang, sehingga se olah-olah hampir tidak mungkin menghindarkannya sama sekali. Tetapi bila diadakan perubahan dalam sistem dan dalam lingkungan serta keadaan, maka perniagaan tanpa bunga uang dapat disenggarakan seperti halnya pada hari-hari ketika Islam di masa keemasannya.

36 comments:

  1. saya juga setuju kalo ada program dana talangan ke Bank,
    karena bank bisa jadi katalis perkembangan ekonomi masyarakat,
    dan bisa jadi kalo Bank tempat saya bekerja kena masalah, kan bisa diselamatkan lewat dana talangan, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau itu soal lain....
      itu untuk bank-nya...
      tapi kalau dana talangan itu untuk negara sih menurutku kalau ga terpaksa ga usah...
      selama masih aa yg bisa diusahakan dari negara..
      dana talangan itu opsi terakhir.....
      ibaratnya kalau mau hutang itu adalah opsi terakhir dan ada kemungkinan kita bisa membayarnya...
      :)

      Delete
  2. Jujur sih gw agak kurang ngerti bhasan kyak ginian. Yg gak gw habis pkir kenapa Indonesia harus minjem duit mulu? bukannya Sumber daya alam kita bnyak? kenapa kita gak bisa mandiri? Hrusnya Indonesia ngebangun SDM yang bgus dlu, bru bisa jadi negara mandiri.. TAPI KAPAN?? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu,,untuk membangun SDM perlu modal....
      artinya kita harus mengembargo diri kita sendiri....
      menanamkan jiwa untuk bangga produk dalam negeri...
      jika kita bisa mencukupi diri sendiri, mungkin bisa kita berdikari...
      :)

      Delete
  3. mungkin rakyat spanyol menghabiskan uang nya untuk membeli atribut + kostum tim kesayangan mereka, jadi gak ada uang untuk menabung hihi :p

    ReplyDelete
  4. setujuuu!
    hapuskan ribaaaa!!!! (Y)

    ReplyDelete
  5. bagi kemelut ekonomi yang terjadi di Spanyol adalah buah dari gaya hidup sebuah negara yang suka berfoya-foya pada masa sebelumnya, dan hal ini juga melanda hampir semua negara yang sangat bergantung kepada negara lain...tanpa mau memberdayakan kemampuan dalam negerinya,
    jadi sebenarnya dana talangan itu tidak perlu..karena apabila negara sudah mulai mengencangkan ikat pinggang, maka perlahan tapi pasti ekonomi negara kan kembali stabil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget....
      ekonomi adalah kebijakan yang bisa ditentukan.....
      dan hasilnya bisa dipastikan...
      :)

      Delete
  6. Ganti sistem berbasis bunga, imbangi dengan permudah akses masyarakat menengah ke bawah terhadap produk-produk perbankan syariah.

    :)

    ReplyDelete
  7. Kalau ane mah lebih baik melatih sumber daya manusianya.

    ReplyDelete
  8. sudah nyata sistem riba telah membuat dunia kacau balau, banyak bank2 yang bangkrut. Tapi sebaliknya, sistem syariah, diakui oleh dunia sebagai sistem yang tahan banting,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang bener banget.....
      namun susah dan butuh suatu gebrakan yang luar biasa untuk menggantinya..
      :)

      Delete
  9. lagipula kalo masih ada yang dipake buat makan, masih ada yang bisa dikerjakan kenapa pula harus menuruti keinginan yang berlebih, nikmati saja apa adanya dan lupakan pinjam meminjam apalagi yang berbunga. tapi hidup tak sederhana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup tidak sederhana namun bisa direncana...
      :)
      hanya Tuhan yang meridhoi...

      Delete
  10. menabung dgn uang kertas akan tergerus inflasi, lantas dimana keuntungannya?

    buat nyimpan duit tapi kena biaya administrasi, rugi

    ReplyDelete
    Replies
    1. diinvestasikan saja mas rio....
      lebih mendapatkan hasil yg lebih ketimbang disimpan di bank...
      :)

      Delete
  11. Maksudnya 'menyelamatkan bank' disitu mungkin dikarenakan ga ada real cash yang tersisa kang, sesuai yang kita tahu bahwa duit di bank juga 'diputar' dalam bisnis lain, makanya ada ketentuan bank harus menyediakan 10% duit cash dari 100% yang ditabung untuk berjaga2 kalo ada yang ngambil duit nya. Dan dari situ juga kemudian ada peraturan maksimal pengambilan di bank per hari nya, atau ketentuan wajib memberitahu beberapa hari sebelumnya kalo mau ngambil lebih dari jumlah tertentu, karena bank ga menyediakan duit cash banyak.

    Nah, pada kenyataannya, banyak bank yang nakal, menyediakan duit cash ga lebih dari 5%. Sementara mungkin terjadi pengambilan duit massal oleh nasabahnya. Mungkin dari sini dia harus diselamatkan. Bukan berarti ada apa2 dengan bank nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. owh gituuu...
      tp setau saya kalau masalahnya seperti itu bisa nunggu bank menarik uangnya dulu tanpa harus meminta dana talangan..
      kecuali mengalami kredit macet...

      Delete
  12. mungkin uang yang dihemat bisa disumbangkan gitu ke yang membutuhkan... :P

    ReplyDelete
  13. angkat tangan bro kalo urusan duit begini
    taunya terima dan abisin
    dah itu doang
    hehe

    ReplyDelete
  14. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Alhamdulillah kita masih diberi ALLAH SWT , nikmat umur buat menyambut Idul Adha tahun ini,
    semoga rahmat dan karunia ALLAH SWT selalu menyertai kita semua,
    selamat merayakan Hari Raya Idul Adha,
    bila ada salah dan khilaf dalam kata serta sikap selama ini, mohon di maafkan lahir dan batin.
    Wassalam

    ReplyDelete
  15. Ribet emang ngurusin masalah uang ini yaa hehehe

    ReplyDelete
  16. tanggal tua begini keknya aku butuh dana talangan nih buat belanja2.. haha.. *salah fokus

    ReplyDelete
  17. sepertinya ini merupakan akibat dari sistem ekonomi yang diterapkan oleh negara tsb, hal yang sama juga melanda eropa termasuk uncle sam.
    Contoh dari sisi penggunaan uang, dalam prakteknya uang sebagai komoditi memunculkan transaksi yang jauh dari ekonomi riil (transaksi derivatif). Bahasa mudahnya, orang lebih suka jualan kertas (baca: uang) ketimbang keringetan jualan "gorengan". Maka isi banknya pun sebenarnya cuma kertas (uang yang rentan dengan inflasi).

    ReplyDelete
  18. Halo Setiap tubuh,

    Nama saya adalah Ibu Monica Roland. Saya tinggal di London Inggris dan saya seorang wanita senang hari ini? dan saya mengatakan kepada diri saya bahwa setiap pemberi pinjaman yang menyelamatkan keluarga saya dari situasi kita miskin, saya akan merujuk setiap orang yang mencari pinjaman kepadanya, dia memberi saya kebahagiaan bagi saya dan keluarga saya, saya sedang membutuhkan pinjaman sebesar $ 250,000.00 untuk memulai hidup saya seluruh karena saya seorang ibu tunggal dengan 3 anak-anak saya bertemu takut orang yang jujur dan ALLAH pemberi pinjaman yang membantu saya dengan pinjaman Dolar AS $ 250.000,00, ia adalah seorang ALLAH takut, jika Anda membutuhkan pinjaman dan Anda akan membayar kembali pinjaman silahkan menghubungi dia katakan padanya bahwa Ibu Monica Roland yang merujuk Anda kepadanya. hubungi Mr Mr James Tulang melalui email: (bestloansfinance02@gmail.com)

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.