Thursday, 1 March 2012

Empat Prinsip Hidup di Dalam Keberagaman


SUMBER


Indonesia adalah negara dengan begitu kayanya dengan keberagaman. Nhineka Tunggal Ika. Begitu juga dengan agama, aliran kepercayaan dan pemahaman keagamaan atau kepercayaan lainnya tentang ketuhanan. Maka Pemerintah seharusnya mempunyai prinsip-prinsip yang harus dipegang dan dijalankan untuk menjaga keutuhan bangsa.


Ada empat prinsip yang seharusnya pemerintah pegang dalam keberagaman beragama:
1. Pemerintah mencoba melindungi keberagaman itu dan mencantumkan hak warga negara untuk beragam dalam konstitusi negara
Negara dengan penduduk yang sangat besar dan heterogen, mustahil hanya memiliki satu paham agama. Apalagi di era modern, perbedaan agama tidak bisa dicegah oleh suatu kekuatan mana pun.
Keberagaman itu dianggap kenyataan sosiologis yang eranya sudah datang. Ratusan bom atom dapat dikerahkan untuk mencegahnya. Jutaan polisi dapat dikerahkan untuk menahannya. Jutaan ahli agama dapat dikerahkan untuk menangkalnya. Namun seperti sebuah pepatah, tak ada yang lebih kuat dari sebuah realitas yang waktunya telah datang.
Bahwa kepercayaan terhadap suatu iman dan pandangan metafisika tidak dapat dipaksakan.
2. Pemerintah tidak ikut campur dan tidak memihak dalam perbedaan pemahaman mana pun
Setiap komunitas pemahaman, agama dan keyakinan tak terhindarkan di dalam menganggap bahwa pemahamannya, agamanya dan keyakinannya adalah benar. Tak terhindarkan pula bahwa pimpinan komunitas itu perlu memberikan pedoman kepada pengikutnya untuk mengkonfirmasi kebenaran pemahaman kelompoknya dan kesalahpahaman kelompok lain.
Pemahaman memiliki komitmen yang kuat menyelamatkan manusia dan dunia. Maka tak jarang mereka melakukan ekspansi dan mempengaruhi kelompok lain. Dalam masyarakat yang lebih keras, konfliknya, sampai pada tindakan mengharamkan, sesat menyesatkan antar komunitas.
Jadi pemerintah demokrasi harus berdiri di tengah, tidak condong ke arah manapun. Pemerintah hanya membela masalah konstitusi. Sejauh tak menyalahi konstitusi, pemerintah tidak tak pernah ikut campur mengharamkan, menyesatkan, melarang eksistensi pemahaman suatu negara. Sekali pemerintah memihak, itu adalah awal bencana.
3. Intervensi pemerintah terhadap keberagaman agama hanya dalam upaya menjalankan hukum yang berlaku saja
Pemerintah mengijinkan setiap kelompok untuk membuat panduan dan mempublikasikan panduan itu. Namun pemerintah mencegah dan menghukum siapa saja yang melakukan tindak kekerasan untuk memaksakan pemahamam agamanya. Jika pemerintah membiarkan kekerasan terjadi, pemerintah akan kehilangan wibawanya.
 Untuk melindungi konstitusi dan hukum, pemerintah dapat melarang sebuah pemahaman jika mengarah kepada kekerasan dan pornografi. Misalnya, ada komunitas yang mempersenjatai anggotanya dan menciptakan “polisi” di dalam komunitasnya. Memperlihatkan seks bebas bagi anak-anak. Maka pemerintah boleh melakukan intervensi. Ini dilakukanbukan ikut campur dalam pemahaman namun lebih kepada melindungi hak warga negara dari potensi kekerasan dari pihak lain.
4. Pemerintah juga harus dapat membedakan kehidupan publik dan pribadi
Untuk kehidupan publik, harus ada konsensus tentang apa yang diperbolehkan dan dilarang. Konsensus itu dibangun berdasarkan prinsip kesamaan warga negara dan diikat dengan hukum nasional. Misalnya, semua warga negara, apapun pemahaman agamanya, apapun warna kulitnya, semuanya memiliki hak yang sama menggunakan fasilitas negara.
Namun untuk kehidupan pribadi masing-masing warga negara, pemerintah membiarkan warga negara itu sendiri yang menentukan. Biarkan mereka mempercayai pemahaman agama yang mereka yakini sejauh tidak melakukan tindak kekerasan dan kriminal.

Pemerintah Indonesia seharusnya hanya menundukkan diri kepada konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak memihak pemahaman agama dan kepercayaan manapun yang ada, berkembang di Indonesia. Sehingga bisa tercapai kerukunan dalam kehidupan beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

·                     Empat prinsip keberagaman beragama tersebut diambil dari Suara Pembaharuan, 8 Agustus 2005, ditulis oleh Denny J.A (waktu itu menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia).

12 comments:

  1. jangan sampe antara teori dan realitas bertolak belakang ah. . . liat realitas aja amburadul karena kepentingan politik dan kekuasaan. . . capedeh. . .

    ReplyDelete
  2. Ah skrg mah pemerintah gak mandang agama lagi dalam berbuat. Terbukti bnyak yang gak malu kalo korupsi, gnyak yg bohong kalau ketahuan korupsi. Indonesia ini negara preman.

    ReplyDelete
  3. yang keempat aku setuju banget... makanya aku sempet kecewa waktu ariel dibui.. kan jelas2 itu videonya koleksi pribadi dan kenapa penyebarnya ga dihukum juga #CMIIW


    oya ada tag

    http://immanuels-notes.blogspot.com/2012/03/postingan-ini-dibuat-dalam-rangka.html

    ReplyDelete
  4. Hmm.. 4 prinsip ini patut dipertimbangkan :)

    ReplyDelete
  5. semuanya ga semudah yang dibayangkan mas susu segar...
    kita sebagai masyarakat jg harus mendisiplinkan diri......


    seharusnya nilai dasar kehidupan masayrakat yg baik...
    karena apapun agamanya pasti mengajarkan kebaikan mas feby....
    :)

    ReplyDelete
  6. yang penting dalam beragama adalah saling menghormati satu sama lain antar umat beragama apa pun itu agamanya
    dan kagak usah merasa benar dengan agama yg kita anut,sebelum kita tahu & paham arti agama tsb secara hakiki

    ReplyDelete
  7. Ini pelajaran kewarganegaraan banget yah. referensinya bagus kok, opinimu masuk :d
    Saya dukuuung :d

    ReplyDelete
  8. seharusnya peran pemerintah memang begitu, tapi yang terjadi kadang malah hak-hak pribadi terlanggar juga oleh kebijakan pemerintah.

    yaa berharap selalu yang terbaik aja siih

    ReplyDelete
  9. makasih mbak putri....
    :)



    semoga ke depannya lebih baik ya mas gaphe....
    :)

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.