Monday, 5 March 2012

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (BC-1)


SUMBER


Menteri Keuangan Agus Martowardojo menunjuk Agung Kuswandono sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai yang baru, menggantikan Thomas Sugijata yang akan memasuki masa pensiun.

Usianya masih tergolong muda, 44 tahun. Namun, sederet langkah fenomenal telah dilakukan pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini. Langkahnya tak kenal kompromi, meski harus berhadapan dengan atasan, bahkan Wakil Presiden sekalipun.

Pada Maret 2007, saat menjabat Kepala Bea-Cukai  Bandara Soekarno-Hatta publik terhenyak oleh langkah Agung. Ia memerintahkan penyegelan 12 helikopter bekas milik PT Air Transport Services karena perusahaan milik Bukaka ini belum menyertakan sertifikat kelayakan dan izin Bea Cukai. Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden pun sempat marah.
Tapi, lantaran jaminan kepabeanan Rp 9 miliar tak kunjung cair, helikopter yang digunakan oleh Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi itu tetap dibeslah.


Berikut profil singkat Agung Kuswandono:
Nama : Agung Kuswandono
Lahir : Banyuwangi, 29 Maret 1967

Karier:
Kepala Bea-Cukai Soekarno-Hatta (Januari-Mei 2007)
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai Tanjung Priok (Mei 2007-2008)
Pejabat Direktur Teknis Kepabeanan ( Februari 2008-2010)
Direktur Fasilitas Kepabeanan (Maret 2010-2011)

Pendidikan:
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (1985-1990)
Universitas Colorado, Amerika Serikat (1995-1997)
Kekayaan tercatat tahun 2007: Rp 896,8 juta juta dan US$ 1.000

Gebrakan Agung:
Maret 2007 : Menyita 12 helikopter milik PT Air Transport Services milik Bukaka-perusahaan kepunyaan Wakil Presiden Jusuf Kalla-di Bandara Soekarno-Hatta.
Akhir Maret 2007 : Membeslah peti kemas berisi 36 ribu pasang sepatu merek Yonex milik PT Nagasakti Paramashoes Industry, kepunyaan Siti Hartati Murdaya, yang keluar dari kawasan berikat tanpa izin.
Pada 10 Agustus 2007: Bersama polisi menyita 8 kapal pengangkut kru pengeboran minyak lepas pantai yang tidak memiliki surat izin impor.
Akhir Oktober 2007: Menggagalkan masuknya 395 ribu tabung gas impor tak berizin dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok.
11 November 2007: Menahan tiga sedan supermewah-Ferrari, Lamborghini, dan Rolls-Royce-berdokumen palsu senilai miliaran rupiah di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sumber: Tempo

20 comments:

  1. semoga tetap semangat membela rakyat, membrantas semua hal yang tidak benar

    ReplyDelete
  2. Gebrakannya masih ditunggu...
    Kita membutuhkan

    figur yang sangat kuat untuk membersihkan Bea dan Cukai...

    Figur yang berani untuk menghentikan budaya suap...

    Figur yang benar-benar bersih untuk dapat membersihkan...

    Karena di Bea cukai inilah pintu terdepan ekonomi Indonesia.

    Yakinkah Anda, bahwa barang yang anda beli bukan hasil selundupan? yang justru diselundupkkan lewat pabean resmi di Indonesia?

    ReplyDelete
  3. Gebrakannya masih ditunggu...
    Kita membutuhkan

    figur yang sangat kuat untuk membersihkan Bea dan Cukai...

    Figur yang berani untuk menghentikan budaya suap...

    Figur yang benar-benar bersih untuk dapat membersihkan...

    Karena di Bea cukai inilah pintu terdepan ekonomi Indonesia.

    Yakinkah Anda, bahwa barang yang anda beli bukan hasil selundupan? yang justru diselundupkkan lewat pabean resmi di Indonesia?

    ReplyDelete
  4. harusnya pemimpin tegas2 seperti beliau :D

    ReplyDelete
  5. Wah..keren-keren.. :)) #barutau
    Semoga beliau tetap konsisten ya..Aminn

    ReplyDelete
  6. kadang tiap kali ada usaha2 kayak gitu, sering mikir apa bener dari hari nuraninya. apa bukan karna narik perhatian media saja? sorry kalo menggurui has. :(

    ReplyDelete
  7. wah ini toh Dirjen BC.. masih keliatan muda yah.. Salam kenal yah bt beliau.. hihi.. :P

    ReplyDelete
  8. iya mas tugu...
    kita harus yakin masih ada orang baik di dunia khususnya di indonesia ini...
    :)


    insya allah bea dan cukai siap mengemban tugas dengan amanah mas mimpi...
    :)



    harusnya ya mbak ria..?
    emng biasanya gmn...??
    :P

    ReplyDelete
  9. amiiin mbak juwita...
    :)



    kita semua tdk tahu niat di dalam hati seseorang...
    yg kita nilai adalah perbuatannya...
    semua orang jg boleh berpendapat dan menilai perbuatan seseorang....
    tp satu hal, apakah setiap orang yg berbuat baik hanya ingin mendapatkan perhatian atau sanjungan..??
    kadang mereka butuh lebih dari itu mas nuel...
    mereka kadang butuh menyalurkan hasrat berbuat baik mereka...
    begitu mas nuel...
    :)
    (maaf kalo sok tahu) :P



    iya mbak cova....
    :)

    ReplyDelete
  10. semoga instansi yang selama ini jadi salah satu basis perampok negara bisa berubah jadi lebih baik..

    ReplyDelete
  11. Eh... kekayannya "nggak banyak" ya... :D
    Semoga beliau bisa menjadi pemimpin yang amanah... :)

    ReplyDelete
  12. seribu satu kayaknya hal demikian di pemerintahan. . . .

    kunjungan malem ah. . .. . cari cari cmilan. . .

    ReplyDelete
  13. sayang yah~
    aku g knal :D

    smangat deh buat bapaknya

    ReplyDelete
  14. yah kalau masih segitu,aku masih percaya saya kinerja'a tapi kalau udah punya pangkat yang lebih tinggi rada ragu juga sih soalnya banyak yang seperti itu
    maaf sebelumnya kalau meragukan tapi kenyataan dilapangan berbicara seperti itu
    Arsenal menang tapi kagak lolos :(

    ReplyDelete
  15. Bapaknya masih muda banget ituu yah

    ReplyDelete
  16. semoga kiprah beliau istiqomah pada jalur yang benar, karena orang yang berani dalam kebenaran masih langka di negeri ini, tapi saya yakin masih ada orang-orang yang berjiwa amanah terhadap tugasnya

    ReplyDelete
  17. semoga konsisten, bukan karena untuk menarik perhatian media

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.