Sunday, 12 February 2012

Atribut Keagamaan (JILBAB)


SUMBER


Kita lazim menemui orang-orang yang memakai atribut keagamaan, seperti kalung salib ataupun jilbab ke tempat-tempat umum. Menengok sejarah negara kita, pada zaman orde baru pemakaian atribut keagamaan di tempat umum dilarang karena dianggap dapat mengganggu kesatuan dan persatuan negara kita. Namun sejak reformasi aturan ini ditiadakan karena dianggap tidak relevan dengan Bhineka Tunggal Ika. Akhirnya, pemakaian jilbab dan salib di tempat umum menjadi hal yang biasa, bahkan banyak bisnis baru yang bergerak untuk memenuhi permintaan akan atribut keagamaan ini. Ketika sudah diproduksi dan dikonsumsi secara massal nilai-nilai kegamaan yang dibawa dalam simbol dan atribut keagamaan dipertanyakan keberadaannya karena pemakai atribut keagamaan tidak menampilkan kearifan yang terkandung dalam agamanya.


Khususnya di dalam Islam, banyak perempuan-perempuan mulai mengenakan jilbab di sekolah, kampus dan kantor namun sayangnya, terkadang cerminan tingkah laku dan perbuatan mereka tidak sejalan dengan filosofi jilbab. Perintah memakai jilbab terdapat di dalam Al-Ahzab: 59, “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”

Menurut filosofinya, pemakaian jilbab dimaksudkan untuk menganjurkan antara pergaulan laki-laki dan perempuan ada batasnya dan agar terjaga kesopanan dan kehormatan. Dan diharapkan mereka yang telah berjilbab adalah untuk mentaati peraturan-peraturan tersebut.

Jilbab juga berarti pakaian tertutup dimana untuk menyembunyikan bagian tubuh perempuan yang dapat menimbulkan dosa dan kejahatan. Kasus pemerkosaan tidak sepenuhnya salah si pelaku namun juga salah perempuan dalam hal dimana dia berpakaian.

Jilbab sekarang ini cenderung sebagai tren. Model jilbab bermacam-macam dan terus berkembang. Dan malangnya beberapa modelnya kehilangan filosofi dari jilbab tersebut, yaitu memaknai hanya sebatas bahwa jilbab adalah penutup kepala.

Sebenarnya jilbab adalah lebih memfokuskan pada akhlak dan perilaku dimana jilbab itu sendiri sebagai simbolnya. Jilbab adalah simbol kemenangan seorang perempuan muslim.
Dihas Enrico

4 comments:

  1. Kalo aku gak pake jilbab. Meski katanya itu identitas agama? Kalau orang gatau agamaku juga gapapa kok xD

    ReplyDelete
  2. entah kenapa saya paling suka sama wanita yang berjilbab, andai aku dapat istri yang demikian..hmmm bakal aku bahagiain hehe *promositerselubung* :D

    ReplyDelete
  3. Fenomena yg sangat menyedihkan, berjilbab tapi sama saja tidak berpakaian. Lha wong pakaiannya kadang2 super ketat memperlihatkan bentuk tubuhnya. Smoga saya tidak seperti itu. Amiin :)

    ReplyDelete
  4. makasih ya.. udah diingatkan..
    happy monday ^^

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.