Friday, 20 January 2012

Jalanilah Hidup dengan Hati-hati


SUMBER


Ada sebuah cerita yang sangat menyentuh. Kali ini berhubungan dengan sebuah profesi, polisi.
Selamat menyimak.

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan s
udah menyala kuning. Jack segera menekan pedal gas mobilnya. Jack terus melaju. Priit! seorang polisi memintanya berhenti. Jack melihat siapa polisi itu. Bob, temannya semasa SMA, legalah Jack.

"Hey Bob..... Duh, s
epertinya saya kena tilang? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah, hari ini ia ulang tahun dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat dong."


"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."

D
engan ketus Jack menyerahkan SIM lalu menutup kaca jendelanya. Bob terlihat menulis surat tilang dan setelah agak lama, Bob kembali & mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa.

Dibukanya kaca jendela itu sedikit
, cukup untuk memasukkan surat tilang & Bob kembali ke posnya. Jack mengambil surat tilang, tapi, ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.

Nota apa ini? Buru
-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

Halo Jack, Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seor
ang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.


Sedangkan anak kami satu
-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.

Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.

Bob

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob, tapi Bob s
udah meninggalkan posnya.

Sepanjang jalan pulang
Jack mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan.

Renungan:
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka teman kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengaan penuh hati-hati.

sumber sebuah blog. (kalau tidak salah this blog).

14 comments:

  1. Bagus banget ceritanya, menyentuh.

    Jangan-jangan yg nabrak anaknya Bob itu si Jack...

    ReplyDelete
  2. ceritanya bagus bisa jadi bahan pelajaran juga ;d

    ReplyDelete
  3. ini sebuah pelajaran/teguran yang sangat berarti

    ReplyDelete
  4. Kisah yang mengharukan, wah harus hati2 nih dijalan ^^

    ReplyDelete
  5. Memang sulit menebak pikiran orang

    ReplyDelete
  6. dah pernah baca artikel ini dias diforum tetangga,memang kepentingan kita jangan selalu didahulu kan karena kepenting umum itu jauh lebih penting

    ReplyDelete
  7. Meski menjalani hidup dengan hati-hati, kalau memang sudah di gariskan oleh Allah SWT, kita tidak bisa berbuat banyak. Tapi setidaknya kita sudah berhati-hati agar tidak celaka. Sungguh cerita yang mengharukan.

    ReplyDelete
  8. ah 21inchs suudzon...
    :P


    yoi mas asep..
    :)



    iya mas tugu...
    ;0

    ReplyDelete
  9. harus mas fahrie...
    :)



    betul mas rozi...
    :)



    hmm iya mas andy...
    ;)

    ReplyDelete
  10. bener sekali mas arque...
    :)

    ReplyDelete
  11. Terharu banget gan .. :'(
    Nice post .. :')

    Kunjungi balik blogku ya .. ^^

    ReplyDelete
  12. wah kaskuser yah mbak...
    :P

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.