Tuesday, 31 January 2012

Derajat dan Pangkat


SUMBER


Setiap orang Indonesia adalah bertuhan sesuai dengan Pancasila sila pertama. Setiap yang bertuhan pasti mempunyai kewajiban terhadap Tuhannya. Setiap yang bertuhan mempunyai wadah berupa agama. Dan setiap manusia yang beragama pasti ingin berkembang pengetahuannya dan mencapai tujuan dari agamanya. Dihas ingin membahas sedikit tentang Islam, agama Dihas. Bagi pembaca yang bukan Islam kalau tidak berkenan silahkan tinggalkan postingan ini dan menuju postingan lain yang lebih menarik namun jika ingin menyimak silahkan. Bagi pembaca Islam kalau penasaran silahkan menyimak.


Pernahkan membaca ayat yang mempunyai arti Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. Pasti pernah, itu adalah penggalan surat An-Nisa: 69-70.

Nabi, shidiq, syahid dan shaleh adalah derajat rohani orang-orang Islam. Dan derajat tersebut adalah karunia Allah. Siapakah yang tidak ingin menerima derajat tersebut..?? Pasti semuanya ingin, permasalahannya adalah apakah sanggup atau tidak untuk mencapainya.

Sedikit tabu jika berbicara mengenai nabi, terutama di Indonesia, tahu sendirilah alasannya. Namun kali ini yang akan dibahas adalah antara pangkat dan derajat.

Secara logis, pangkat adalah derajat seseorang yang dikukuhkan. Misalnya pangkat kenabian Rasulullah S.A.W. Beliau dikukuhkan sebagai nabi oleh Allah S.W.T dan Beliau menerima wahyu dan mengumumkannya kepada khalayak ramai (masyarakat dan dunia).

Sedangkan derajat adalah kedudukan seseorang. Tingkatan rohani seorang Muslim diawali dari shaleh, syahid, shidiq, dan terkahir nabi. Setiap Muslim akan meningkat derajatnya ketika dia semakin dekat dengan Allah dan hanya dia dan Allah yang tahu. Tidak ada orang Islam pun yang bisa mengatakan bahwa, si A adalah shaleh, si B adalah syahid, si C adalah shidiq, si D adalah nabi. Paling yang biasa ada di masyarakat adalah semoga amal-amalnya diterima dan dia menjadi orang-orang di antara para syuhada (ketika berjihad), shaleh, shidiq dan sekali-kali tidak ada yang berani mendoakan dia menjadi nabi, terlalu tinggi derajat yang satu ini.

Terkait dengan istilah pangkat dan derajat, ada ilustrasi yang nyata di masyarakat. Misal si A dan B pengetahuan agamanya sama, mereka mengajar di sebuah forum dalam waktu yang sama. Si A adalah profesor sedangkan si B adalah ustadz. Dari sisi akademis, si A adalah berpangkat profesor sedangkan si B berderajat profesor karena pengetahuannya sama dengan si A.

Namun ada orang yang mengatakan bahwa derajat tersebut adalah akan ada saat di akhirat. Tapi tunggu dulu, lihat Al-israa’: 72, Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” Nah kalau di dunia tidak berderajat..? Apakah di akhirat berderajat..? Apakah mereka yang tidak beriman kemudian di akhirat apakah mereka beriman..?

Semoga Allah S.W.T mengaruniai kepada kita derajat rohani yang telah Dia janjikan kepada kita. Amiin.

Bila ada kata yang kurang berkenan mohon koreksinya dan sesungguhnya segala kesempurnaan adalah milik Allah S.W.T dan sempurna itu milik Andra and The Blackbone.

# Al-Quran adalah memakai Al-Quran digital. Mohon maaf dan mohon koreksinya bila salah kutip.

14 comments:

  1. Tapi kok kayaknya kalau di Indonesia ustadz (meski arti harfiahnya guru, maksud di sini guru yang ngerti agama), kenyataannya ustadznya ya begitu-begitu... T.T

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah saya jadi bisa belajar banyak dari posting mas :D

    ReplyDelete
  3. kalau saya lebih berfikir ke arah bagaimana selama kita hidup bisa berguna buat orang lain disekitar kta & yg membutuhkan bantuan kita
    kalau masalah pangkat dll urusan belakangan,soalnya orang yg gila harta & kekuasaan biasanya & pastinya miskin moral

    ReplyDelete
  4. tapi hati hati kalau orang terlalu mementingkan derajat dan pangkat maka akhiranya pun akan "jat" yaitu bejat.. mampir kawan :)

    ReplyDelete
  5. derajat,pangkat,istilah manusia didunia,dimata allah orang2 yang tinggi derajatnya adalah yang paling bertakwa,dan keimanan seseorang hanya allah yang tau,maaf jika pendapat saya keliru,.....:)

    ReplyDelete
  6. Dan marilah membiarkan Allah saja yang memberi gelar derajat pada kita, karena DIa-lah Yang Mahatahu :)

    ReplyDelete
  7. ya jangan nanya tentang orangnya mbak Una.....
    kalo di Amerika atau Eropa, apakah orang yang dianggap suci di Eropa yg setara Ustadz selain dari Islam sudah semuanya berlaku sesuai yg seharusnya...??

    ReplyDelete
  8. oke mas alwand
    :)


    silahkan mbak jiah...
    :)

    ReplyDelete
  9. setuju mas andy...
    :)



    mas pentingkagak bisa saja...
    :P

    ReplyDelete
  10. silahkan berpendapat mas Kahfi...
    postingan saya sebenarnya bukan pendapat saya...
    saya cm mencoba menjabarkan salah satu surat dalam Al-Quran saja kok....
    :)

    ReplyDelete
  11. dihadapan Tuhan manusia semua sama

    ReplyDelete
  12. sama jg sewaktu pub mas tugu...
    janganlah terlalu serius...
    :P

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.