Tuesday, 13 December 2011

Ustadz-ustadz Akhir Zaman



from here



Beberapa bulan yang ramai berita tentang seorang ustadz yang  menikahi gadis muda, walaupun dia duda. Tau sendirilah siapa dia. Apa yang dia perlihatkan di TV..?

Memang industri hiburan dan televisi Indonesia tumbuh dengan pesat. Berbagai judul bermunculan. Mulai dari sinetron, reality show,film televisi (FTV) sampai infotainment laris manis. Salah satu fenomena yang menarik dan menggelitik adalah munculnya ustaz-ustaz muda di program infotainment. Mengapa mereka bisa  terjerumus atau terseret...? Apakah karena tuntutan atau pilihan..?


Wajah mereka lumayan, usianya mulai dari 20-an tahun sampai 30-an tahun dan lucunya, mereka mampu pamer harta di depan kamera. Saat muncul di infotainment, bukan nilai-nilai agama atau tempat mereka belajar agama yang menjadi topik wawancara. Melainkan rumah baru mereka, mobil baru, koleksi sepatu sampai motor besar seharga ratusan juta rupiah.

Memang agama tidak melarang kita untuk kaya-raya bergelimang harta. Yang dilarang ialah mendapatkan kekayaan dengan cara-cara yang haram, seperti korupsi, menipu atau mencuri. Tapi secara akal sehat apakah pantas para ustaz muda tersebut pamer harta bahkan pamer kemesraan seperti layaknya artis sinetron di layar infotainment? Patutkah mereka seperti itu..?? Setelah Indonesia kehilangan Anggota Dewan Terhormat yang berwatak "tidak terhormat", apakah Indonesia juga akan kehilangan sosok ustadz, salah satu pemimpin agama yang bisa diteladani akhlak karimahnya..?

Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan miliaran umat muslim tidak pernah hidup dalam kemewahan. Ia dikenal dengan kesederhanaannya, kebersahajaannya dan sopan santunnya dalam perkataan serta perbuatan. Bahkan saat Beliau mencapai puncak keemasannya. Sepantasnya para ustaz muda ini mencontoh.

ada sebuah paragraf tentang deskripsi Rasulullah dari seorang peneliti Eropa, “kepala Negara merangkap Penghulu Agama. Beliau adalah seorang Kaisar dan juga Paus sekaligus. Tetapi beliau adalah Paus yang tidak berlaga Paus dan Kaisar tanpa pasukan-pasukan megah, tanpa bala tentara tetap, tanpa pengawal, tanpa istana yang megah, tanpa pungutan pajak tetap dan tertentu. Sehingga jika ada orang berhak mengatakan bahwa ia memerintah dengan hak ketuhanan, maka orang itu hanyalah Muhammad, sebab beliau mempunyai kekuasaan tanpa alat-alat kekuasaan dan tanpa bantuan kekuasaan. Beliau biasa melakukan pekerjaan rumah  tangga dengan tangan beliau sendiri, biasa tidur di atas sehelai tikar kulit dan makanan beliau terdiri dari kurma dan air putih atau roti jewawut dan setelah melakukan bermacam-macam tugas sehari penuh, belai biasa melewatkan malam hari dengan mendirikan shalat dan doa-doa hingga kedua belah kaki beiau bengkak-bengkak. Tiada orang yang dalam keadaan dan suasana yang begitu banyak berubah, telah berubah begitu sedikitnya.” (Muhammad and Muhammadanism-karya Bosworth Smith).

Lagipula di negara ini masih ada puluhan juta rakyat Indonesia yang untuk makan sekali dalam sehari saja sulit.

Miris rasanya melihat para pendakwah yang punya kewajiban memberi contoh yang baik dan bijaksana malah pamer harta di infotainment.


Maaf bila ada yang tidak suka, tersinggung atau sakit hati dengan judulnya. Sekedar menggambarkan apa yang terlihat di TV.

21 comments:

  1. Setuju Say, gw juga geleng2 kepala 7x ngeliat ko ustadz banyak yang nongol di tipi, bukan untuk berdakwah tapi malah wara-wiri ga jelas. Ya sud lah, daripada ngomongin mereka, lebih baik kita perbaikin diri sendiri dulu :-)

    ReplyDelete
  2. Dari ashanti dan syahrini ke Ustad solmed #Upsss... hahaha, bahasannya infotainment buangetsss!

    Well, sy juga org yg muak dg pemberitaan itu. tapi terserahlah yah dia mau kayak apa, yg bisa saya lakukan cuman membiasakan diri untuk tidak nonton gosip. Menjerumuskan bgt tuh acara, memancing untuk kita ikut beropini.

    ReplyDelete
  3. iyach miris bin heran liat para ustadz muda itu, jd rada ga simpatik

    ReplyDelete
  4. astaghfirullah,,,, dunia zaman sekarang

    ReplyDelete
  5. kaya' berita yahoo pagi ini,,jangan" kamu yang nulis yah???

    ReplyDelete
  6. pamer harta itu sombong. dan sombong itu kan dosa, has. :P

    ReplyDelete
  7. miris juga ya ternyata -_-

    salam kenal jg mas...
    kunjungan perdana jg nih :)

    ReplyDelete
  8. Ah ya, memang akhir2 ini banyak bermunculan ustadz2 muda.
    Memang sih, sekarang ustadz sudah menjadi bagian dari selebritis juga, kehidupan mereka pun sudah jadi konsumsi publik juga.
    Beda jauh ya dg ustadz2 dulu?

    Kalau Muhammad SAW sih memang manusia pilihan. Beliau sosok yg sangat patut utk diteladani. Tapi rupanya makin banyak yang kesulitan ya meneladani beliau akhir2 ini? hehehe

    ReplyDelete
  9. begitulah negara kita ini,, kyknya pamer harta dan tahta sudah menjadi budaya,, ckckkc

    ReplyDelete
  10. iya mak Una....
    :)
    copas trs edit2 dikitlah....
    tambah-tambahin dikit.....
    :P

    ReplyDelete
  11. iya mbak zulfadh.....
    :)


    ehm bu syam...
    sapa yg bilang ustadz solmed...??
    :P



    iya mbak ria....
    :)

    ReplyDelete
  12. ah mbak jiah nuduh....
    :P


    yui mas nuel...
    sudah saya penuhi bahasan yg dipesan....
    :P

    ReplyDelete
  13. iya shine...
    salam kenal jg...
    :)

    ReplyDelete
  14. iya bu reni soalnya mereka mulai jauh dari ajaran beliau yg sesungguhnya...
    :)

    ReplyDelete
  15. iya mas rama....
    udah gak beres ni negara...
    :P

    ReplyDelete
  16. Itu alasan saya GA PERNAH nonton tivi lagi8 wehehehhe

    ReplyDelete
  17. aq masih nonton cm gosip ga ikutan nonton kecuali gosip olahraga shirei....
    :)

    ReplyDelete
  18. Ustadz sekarang ustadz digital... Alhamdulillah saat ini saya membiasakan hidup tanpa TV, jd di tempat tinggal saya gak ada TV (tapi bukan gak pernah lihat TV lho ya)

    ReplyDelete
  19. ah mbak ririe ni bikin istilah baru,,ustadz digital...
    :)

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.