Sunday, 30 October 2011

Logika (Part III)


Oke bagi yang menanti-nanti kelanjutan dari Logika Part II, nikmatilah kelanjutannya sekarang. 100 orang pertama adalah yang beruntung. :P

Kaum Brahma Samaj juga mempunyai ilusi lain bahwa yang namanya wahyu merupakan suatu pembatasan dan  karena mereka itu terbebas dari segala kekangan maka mereka itu sebenarnya lebih baik sebagaimana seorang bebas lebih baik dari seorang tawanan. Kita terima kritik ini dan mengakui bahwa wahyu merupakan kekangan, namun  suatu kekangan yang tanpanya tak mungkin mencapai kemerdekaan hakiki. Yang dimaksud dengan kemerdekaan hakiki adalah keadaan dimana seseorang terbebas dari segala bentuk kesalahan, keraguan dan kecurigaan guna mencapai tingkat kepastian yang sempurna sehingga yang bersangkutan bisa menyaksikan Tuhan-nya bahkan di dunia ini juga. Kemerdekaan hakiki demikian diperoleh di dunia ini juga oleh para Muslim yang takut kepada Tuhan mereka melalui tuntunan Kitab Suci Al-Quran yang tidak tersedia kepada umat lainnya, termasuk kaum Brahma Samaj atau pun yang lainnya.


Keberatan lain yang dikemukakan kaum Brahma Samaj ialah mematuhi suatu wahyu sama saja dengan menentang hukum alam, karena pandangan yang jernih dan terang tentang suatu realitas hanya mungkin dicapai melalui logika. Sebagai  contoh,  tindak pencurian  itu  secara logika dianggap  sebagai suatu yang  tidak pantas dan  tidak diizinkan secara sosial dan bukan karena dianggap sebagai dosa oleh kitab-kitab yang diwahyukan. Arsenik tidak boleh ditelan karena merupakan racun yang mematikan, dan bukan karena dilarang oleh wahyu Ilahi. Karena itu mereka bersikeras menyatakan bahwa logika itulah yang mengungkapkan realitas hakiki dan bukannya wahyu.

Mereka tidak menyadari fakta bahwa argumentasi mereka menjadi mentah dengan sendirinya ketika dibuktikan bahwa yang namanya logika itu tidak sempurna dan tidak bisa diandalkan, apalagi jika masalahnya tidak diperkuat oleh pengulangan kejadian. Memang benar bahwa sampai suatu tingkat tertentu, realitas segala hal diungkapkan melalui argumentasi yang berdasar logika, namun logika saja tidak bisa melengkapi sampai ke tingkat kepastian tertinggi. Contoh-contoh yang mereka kemukakan justru menafikan pandangan mereka. Sifat mematikan dari arsenik tidak semata-mata berdasarkan logika itu semata, karena  kepastian fitratnya tersebut baru akan jelas sepenuhnya setelah eksprimen memperlihatkan sifat-sifat tersembunyi dari arsenik. Hal inilah yang ingin kami tegaskan, bahwa untuk mencari kepastian tentang sifat mematikan dari arsenik maka logika harus diikuti salah satu temannya yaitu upaya eksprimen yang sejalan.

Begitu juga untuk menentukan kepastian dari hal-hal yang bersifat samawi serta realitas kehidupan manusia setelah kematian maka logika memerlukan bantuan dari wahyu Ilahi, karena tanpa itu maka logika tidak akan mungkin mendapatkan kepastian  hakiki dalam segala hal yang berkaitan dengan keimanan. Berkaitan dengan hal-hal lainnya pun, akal  saja tanpa dibantu sarana lain menjadi tidak berdaya, tidak sempurna dan tidak akan lengkap.

Menurut batasan kemampuannya sendiri maka akal saja tidak akan mampu menentukan sesuatu secara pasti. Akal atau logika harus selalu ditemani yang lainnya agar terlepas dari kemungkinan kesalahan, apalagi dalam hal-hal yang berkaitan dengan samawi dimana realitasnya tersembunyi di belakang tabir yang berlapis, sedangkan contohnya tidak  ada  di dunia ini. Dalam hal ini logika yang tidak sempurna tidak bisa menuntun manusia kepada pemahaman hakiki, apalagi menghindari segala kemungkinan kesalahan.

Kesulitan yang kami temui berkenaan dengan  hal-hal yang terkait dengan dunia yang tidak terlihat serta keterpesonaan  yang dijumpai ketika membayangkan keadaan dari dunia yang tidak terlihat dan tersembunyi tersebut, memaksa kami harus mengakui bahwa untuk bisa  memahami sepenuhnya dunia tersebut serta  meyakininya secara  pasti, kita ini memerlukan lebih banyak ahli sejarah, tawarikh dan orang-orang yang berpengalaman dibanding untuk meneliti dunia nyata yang ada sekarang ini.

Ahli sejarah atau tawarikh dari dunia tersembunyi tersebut tidak lain adalah firman Tuhan karena tanpanya maka yang namanya kepastian tidak akan pernah ditemui. Dalam keadaan seperti itu tidak akan ada orang waras yang akan mengabaikan wahyu dan mengandalkan dirinya semata-mata kepada logika saja yang nyatanya memang tidak sempurna tersebut. Keselamatan ruhaninya dalam hal ini amat bergantung kepada wahyu karena hanya dengan wahyu saja bisa dihindarkan upaya menduga-duga. Wahyu yang menemani argumentasi yang berasaskan akal akan memberikan kepada kita informasi tentang  fakta-fakta dari dunia berikut tersebut sebagaimana seorang ahli sejarah memberikan  penuturan tentang suatu pandangan mata.

Perhatikanlah bahwa tanpa wahyu tidak mungkin mencapai suatu kepastian hakiki atau menghindari kesalahpahaman, atau mendasarkan diri pada Ketauhidan Ilahi/keesaan Tuhan atau pun mengatasi gejolak nafsu dirinya sendiri. Hanya melalui  wahyu  saja  maka  kita  akan  bisa mengatakan  bahwa  Tuhan itu ‘memang ada’.  Adalah keberadaan wahyu yang sejak awal telah mengilhami hati manusia dengan kepastian bahwa Tuhan itu ‘memang ada.’  Hanya melalui wahyu maka para penyembah memperoleh kenikmatan dalam ibadah dan para muminin diyakinkan akan eksistensi Tuhan dan kehidupan setelah kematian di dunia. Adalah wahyu Ilahi yang telah menguatkan hati berjuta orang-orang muttaqi meninggalkan dunia ini dengan keteguhan hati dan hasrat akan kasih Ilahi. Kebenaran daripada wahyu telah dibuktikan oleh darah dari beribu-ribu syuhada.  Adalah daya tarik dari wahyu yang telah menggerakkan raja-raja mengenakan jubah pengemis dan banyak orang kaya yang lebih memilih kepapaan daripada kekayaan. Berkat dari wahyu juga yang menyebabkan berjuta-juta wanita tua tidak terpelajar telah meninggalkan dunia ini dengan keimanan penuh hasrat.

Wahyu Ilahi adalah bahtera yang telah mengangkut tidak terbilang manusia melalui lubuk pusaran dari penyembahan mahluk  dan keraguan menuju keselamatan dari Ketauhidan Ilahi dan kepastian hakiki. Adalah wahyu yang menjadi teman di saat terakhir dan penolong dalam keadaan yang berbahaya. Kemudharatan yang dilakukan terhadap dunia akibat dari mengikuti logika saja bukanlah suatu hal yang tersembunyi. Apa yang telah menjadikan Plato dan para pengikutnya maka mereka menyangkal bahwa Tuhan adalah sang Maha Pencipta? Apa yang menyebabkan Galen  meragukan keabadian ruh 10 manusia dan realitas daripada Hari Penghisaban? Apa yang telah menjadikan para filosof mengingkari kenyataan bahwa Tuhan mengetahui segala hal? Apa yang telah menyebabkan para filosof akbar malah menyembah berbagai berhala? Apa yang telah mendorong manusia untuk mengorbankan ayam atau hewan lain di depan altar berhala? Tidakkah jelas bahwa semuanya itu akibat dari akal atau logika yang tidak disertai wahyu?

Tidak benar pandangan yang mengatakan bahwa manusia tetap saja menjadi penyembah berhala atau menciptakan sesembahan baru meskipun telah mengikuti wahyu. Hal ini bukan karena kesalahan wahyu itu sendiri tetapi akibat kebiasaan mereka mencampuradukkan kedustaan dengan kebenaran dan karena lebih menyukai pemuasan nafsu mereka sendiri daripada hasrat menyembah Tuhan. Namun nyatanya wahyu Ilahi tidak melupakan perbaikan akhlak mereka. Selalu ada wahyu-wahyu segar bagi perbaikan mereka.

Memang  benar  bahwa  yang  namanya  logika  bukannya  sesuatu  yang tidak berguna dan kami pun tidak ada mengatakannya demikian. Hanya saja kita tidak bisa mengingkari bahwa dengan logika dan dugaan semata kita tidak akan memperoleh kepastian hakiki, belum lagi munculnya kesalahan karena pembenaran sendiri dan akibat merasa diri penting. Kepastian tersebut hanya mungkin dicapai melalui kombinasi akal dan wahyu. Pandangan hasil rekaan fikiran  sendiri  tidak  akan dapat mengatasi nafsu  kita  sebagaimana halnya keagungan dan keluhuran Firman Tuhan. Daya khayal kita  tidak bisa menghasilkan kegembiraan dan kepuasan sebagaimana yang disampaikan oleh firman-firman yang menyejukkan hati dari Tuhan yang Maha Pengasih. Apakah setelah menyadari hal itu lalu kita hanya akan bersandar pada logika saja dan mengambil risiko mengalami berbagai kesalahan, kesulitan, kerugian dan beribu musibah? Tidak ada manusia waras yang bisa menerima bahwa setelah Tuhan memberikan kepada manusia cita kehausan akan pemahaman hakiki, lalu mengkaliskan kita dari sarana pemuasannya. Tidak mungkin bahwa Dia yang telah menarik kalbu manusia ke arah Wujud-Nya lalu menutup pintu pemahaman hakiki dan membatasi pengenalan Tuhan hanya sebatas renungan kebutuhan fiktif belaka. Apakah mungkin bahwa Tuhan telah menciptakan manusia  yang demikian sialnya sehingga  tidak mampu memperoleh kepuasan batin di dunia ini juga dalam mencari pengenalan Tuhan serta hasrat yang memenuhi kalbunya?

Apakah tidak ada satu pun dari kalian yang beribu-ribu banyaknya ini yang memahami bahwa pintu pemahaman yang hanya dapat dibuka oleh Tuhan tidak mungkin dibukakan oleh tenaga manusia, dan bahwa imaji manusia tidak akan pernah bisa mengimbangi keyakinan yang telah diberikan Tuhan bahwa ‘Aku ini ada’. Penegasan mengenai Wujud-Nya yang diberikan Tuhan kepada kita  tidak mungkin dihasilkan dari dugaan semata. Kalau disadari bahwa dugaan yang didasarkan pada logika semata tidak mungkin menyamai Firman Tuhan yang menegaskan Eksistensi-Nya, tidakkah itu berarti bahwa firman-Nya dibutuhkan guna kesempurnaan keyakinan? Tidakkah hati kalian tergugah melihat disparitas demikian? Tidak adakah sesuatu dari semua hal yang telah kami ungkapkan ini yang bisa menyentuh hati kalian?
Tidak sulit kiranya untuk menyadari bahwa akal manusia tidak mungkin menjadi sarana guna memastikan segala sesuatu yang tersembunyi. Siapakah dari antara kalian yang dapat menyangkal bahwa apa saja yang akan kita temui setelah kematian sesungguhnya merupakan hal yang tersembunyi? Sebagai contoh, apakah dari antara  kalian ada yang mengetahui bagaimana nyawa memisahkan diri dari jasad saat kematian, kemana ruh itu pergi, dengan siapa perginya dan apa saya yang dialaminya? Bagaimana mungkin akal manusia memberikan kepastian tentang hal-hal seperti ini?

Suatu pernyataan yang bersifat konklusif hanya mungkin diberikan apabila manusia memang mengalami kematian lebih dari satu kali dimana ia telah mengenal jalan menuju kepada Tuhan-nya dan ia memiliki ingatan dimana saja tempat persinggahan yang telah dilaluinya dalam perjalananya tersebut. Nyatanya kita hanya memiliki dugaan-dugaan saja karena tidak ada seorang pun yang telah pernah melihat segala hal tersebut, padahal dugaan saja tidak mungkin memberikan kepastian hakiki.

Bila kalian bermaksud menganalisis persoalan ini dengan pandangan seorang peneliti, kalian akan meyakini bahwa akal dan kesadaran manusia saja tidak akan bisa mengungkapkan hal-hal tersebut sebagai suatu kepastian dan tidak ada norma-norma dari hukum alam yang bisa menunjukkan arah. Jika berdiri sendiri, sebenarnya akal atau logika sudah kebingungan sejak awal dan tidak mampu menjelaskan apa itu nyawa atau ruh, bagaimana cara masuknya ke dalam tubuh  manusia dan bagaimana cara meninggalkannya. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat bagaimana  ruh  itu masuk dan pergi. Misalnya pun kalian masukkan suatu mahluk bernyawa ke dalam sebuah gelas terbuat dari kaca pada saat kematiannya, tetap saja kalian tidak akan melihat ada sesuatu yang meninggalkan jasadnya ketika hal itu terjadi.

Menetasnya sebuah telur menimbulkan keterpesonaan yang lebih besar lagi. Bagaimana caranya nyawa memasuki telur tersebut, dan kalau semisal isinya mati muda, melalui cara mana nyawa  itu pergi  lagi? Adakah seorang bijak yang mampu menjelaskan teka-teki ini hanya berdasar logika saja? Bisa saja muncul berbagai dugaan namun mengandalkan akal saja tidak mungkin mencapai suatu kepastian. Apalagi jika ingin berbicara mengenai segala hal yang ada dalam kehidupan setelah kematian kita.


Logika part III merupakan edisi tamat dari Logika, diawali dengan logika part I, logika part II dan terakhir logika part III.

Komentar Dihas:
Logika manusia memang benar didapatkan oleh manusia dari perkembangan dan perjalanan hidupnya dengan kata lain logika manusia bisa dihubungkan dengan tingkat pengalaman manusia.
Logika manusia tidak semuanya dapat dibenarkan atau logika manusia selalu benar. Logika manusia selalu ada batasan persepektif atau sudut pandang. Dimana logika manusia tidak boleh tidak berdasar pada fakta dan kenyataan yang ada yang dialami oleh manusia.
Dan untuk menyelamatkan logika dari sebuah kesalah, maka manusia seyogyanya mendengar kata hatinya dimana kata hati atau intuisinya sangat berpengaruh besar di dalam diri manusia. Untuk kesempurnaanya, Tuhan memberikan petunjuk atau wahyu kepada manusia. Dan hanya manusia yang mau mendengarkan suara Tuhanlah yang akan selalu berlogika dengan baik dan tidak bertentangan dengan alam.
J

20 comments:

  1. wahyu cuma punya orang2 yg mendapat keistimewaan dari Tuhan nya. tulisanya jadi dalem bgt sampe sya ga bsa mau berkomentar apa hehe tapi sya akan belajar dari sini...

    nice share :)

    ReplyDelete
  2. wah sob ini berdasar atas pemmikiran kamu sendirikah,, salut2 :)

    ReplyDelete
  3. wah artikelnya berat..
    tapi bermanfaat banget :)..

    ReplyDelete
  4. wah artikelnya berat..
    tapi bermanfaat banget :)..

    ReplyDelete
  5. semoga manusia di dunia in mendapatkan wahyu sehingga bumi ini akan terjaga dan damai..

    ReplyDelete
  6. setelah baca komentarmu has, aku jadi bingung kamu kopas darimana sob? hehhehe

    tapi yah benar katamu,otak manusia memang selalu ada keterbatasannya. termasuk einstein sekalipun

    eh aku udah apdet lagi loh. hehehe

    ReplyDelete
  7. semua memang tergantung logika, yang harus diseimbangkan dengan rasa. ga bisa komen panjang, cukup menyimak karena masih belajar. btw sharingnya oke dan menarik loh, saran deh satu paragraf jangan terlalu tebal jadi padat sepertinya. coba satu paragraf itu dibagi lagi menjadi dua paragraf :D salam.

    ReplyDelete
  8. dan dengan logika juga kita bisa memprediksi masa depan yang terjadi :D
    jadi kayag deddy cobuzer gitu :D

    ReplyDelete
  9. Wah.. panjang lebar juga nih, hingga mau tak mau membuka logikaku.

    ReplyDelete
  10. logika, sains memang mempunyai keterbatasan. banyak hal yang tidak bisa dan mungkin tak akan pernah bisa dijelaskan dengan logika, sains tersebut. (menurutku bro)

    ReplyDelete
  11. Akan jauh lebih baik jika akal atau logika kita gunakan untuk selalu mencari dan menemukan Fakta2 baru yang tersembunyi dibalik sebuah Wahyu Ilahi.. :)

    ReplyDelete
  12. oke mas yayack.....
    :)

    bukan mas kahfi....
    saya kopas dan kasih komentar saja kok...
    :)

    semoga bermanfaat ya socah....
    :)


    amiin mas bop....
    :)

    ReplyDelete
  13. kalo komentar saya mah gak kopas...
    kalau artikelnya kopas mas nuel...
    :)


    makasih sarannya sheno....
    :)


    sore mbak fatma...
    :)

    ReplyDelete
  14. mungkin gitu ciids...
    :P


    akhirnya...sesuatu yah Bu Reny...
    :)


    bukan tidak bisa bro yan..cuma logika manusia yang belum bisa memahaminya melalui sains...
    :)


    setuju ma mas edy...
    :)

    ReplyDelete
  15. oh gitu ya bro.. sip2 lah... perlu banyak belajar berarti :D

    ReplyDelete
  16. Pretty nice ρost. I juѕt stumbled upon your weblog and wantеԁ to say thаt I
    have really enjoyed surfing arοund yοur blog posts.
    Αfteг all I'll be subscribing to your rss feed and I hope you write again very soon!
    Have a look at my page - heartland payment systems

    ReplyDelete
  17. Great post but I wаs wondеring if you coulԁ write a lіtte more on thіs topіc?

    I'd be very thankful if you could elaborate a little bit more. Thank you!
    Look into my web site ; hcg before and after pictures

    ReplyDelete
  18. I know thіs іf off tоpic but I'm looking into starting my own blog and was curious what all is required to get set up? I'm assuming
    havіng a blоg like yours ωould сost a pretty penny?

    I'm not very web smart so I'm nοt 100% certain. Any tips or advice would be greatly appreciated. Cheers
    Stop by my blog clenbuterol reviews

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.