Monday, 29 August 2011

Ikut Memeriksa Penumpang Silk Air dan Air Asia


Tepatnya tanggal 17 Agustus 2011, dimana NKRI sudah berumur 66 tahun, sudah cukup dewasa Republik ini ternyata. Semoga kelakuan para pejabat dan rakyatnya semakin dewasa. J

Oke pada tanggal tersebut, dihas diajak untuk melakukan pemeriksaan barang pribadi penumpang (sebenarnya PKL juga libur), namun penerbangan kan tidak mengenal tanggal merah. Dan unit yang melakukan pemeriksaan barang pribadi penumpang adalah dari hanggar dan unit P2, Penindakan dan Penyidikan.


Well, dihas karena tidak mau berangkat sendiri, dihas mengajak  alay dan Isoel. Bertiga berangkat dari kosan jam 9.00, karena sesuai janji dengan Pak bernard dan pak Cahyo, bahwa kami kalau ingin ikut memeriksa barang pribadi penumpang diharap datang jam 10.00, tidak boleh telat karena jam 10.15 pesawat akan tiba.

Oke langsung saja, setelah turun dari angkot tepat di depan bandara tanpa meleset sedikit pun, bertiga menuju terminal kedatangan internasional. Jam masih menunjukkan 9.35, belum ada orang bea cukai yang stand by di terminal kedatangan internasional, jadi bertiga juga belum bisa masuk ke ruang pemeriksaan barang pribadi penumpang. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju hanggar, bertiga menuju hanggar dan di tengah perjalanan menuju hanggar bertemu dengan Imunk, Pandu, nando, dan Ferdy.

Well, bertujuh kami menuju hanggar, sesampai di hanggar kami disambut oleh mas cahyo dan pak Oly, kasubsi intelegen P2 (menurut informasi dari teman).

Briefing dan pembagian kelompok, dihas, Isoel, Alay dan Pandu menjadi satu tim dan ikut melakukan pemeriksaan barang pribadi penumpang sedangkan Nando, Ferdy dan Imunk ikut melakukan pemeriksaan barang (kargo).

Karena ada sedikit masalah dengan angkasa pura, maka kami tidak diijinkan melewati area apron, kami tidak mempunyai pas bandara, sehingga untuk kenyamanan, KTP kami dikumpulkan dan diserahkan kepada sekuriti bandara.

Karena tidak ada pas bandara, maka dihas, isoel, alay dan pandu, menuju ke terminal kedatangan internasioanal dengan memutar. Lumayan jauh juga. Dan ketika tiba di depan pintu terminal kedatangan, ternyata sudah ada bagus dan surya menunggu di sana. Bagus malah tidak berseragam, dia memakai kemeja biru, padahal pada briefing sebelumnya sudah sepakat memakai seragam biasa, putih hitam. Namun itu tidak menjadi masalah. No problemo!

Kurang lebih setelah 20 menit di dalam ruang pemeriksaan pribadi penumpang, penumpang Silk Air dari Singapura tiba dan sedang diperiksa paspor oleh imigrasi, dan sambil mengambil barang, kopor, tas, dan lainnya yang melalui konveyor, mereka melewati kami karena kebetulan ruang pengambilan barang, kopor, tas dan lainnya yang ada di bagasi pesawat, conveyor berada tanpa sekat di sebelah mesin X-ray dimana kami stand by disampingnya. Tapi tenang, mereka akan kembali dengan barang pribadi bawaan mereka.

Tugas sudah dibagi, dihas dan isoel bertugas meminta, membaca dan menyimpulkan CD (customs declaration), apabila pada kotak (yes) ada yang di checklist maka kami diminta untuk segera memberitahukan senior, alay dan bagus berjaga apabila ada penumpang yang menyelonong tidak menyerahkan CD atau istilahnya melewati bea cukai, surya dan pandu membantu penumpang meletakkan barang pribadi bawaannya dengan benar di mesin X-ray.

Penumpang Silk Air cukup tertib, hanya ada satu orang yang terlihat melewati bea cukai, namun itu hanyalah dikarenakan si penumpang tidak tahu dan menganggap pemeriksaan dengan pemeriksaan X-ray adalah sebuah keributan dan si penumpang berusaha menghindarinya. Namun alay dengan sigap mengahalaunya  seperti menghalau ayam yang masuk ke teras rumah. :P

Well, penumpang Silk Air has done, tibalah saatnya kedatangan penumpang Air Asia, senior langsung mengumpulkan kami, kami di-briefing bahwa sebentar lagi perang urat saraf akan segera terjadi, pasalnya Air Asia adalah penerbangan dengan harga relatif murah, dan ini membuat setiap orang bisa menikmati penerbangan ini. Oleh karena itu banyak macam orang yang menggunakan jasa penerbangan ini dan menjadi favorit untuk orang yang pas-pasan. Tanpa berburuk sangka, orang yang memilih tiket murah merupakan orang yang pas-pasan dan kadang dianalogikan mempunyai daya pikir dan kelakuan yang pas-pasan juga.

Benar-benar kejadian, banyak dari penumpang tidak antre saat akan menaruh barang di mesin X-ray, ada yang tas pinggang tidak diletakkan di mesin X-ray dan diharuskan kembali dan meletakkan tas pinggangnya dan ini membuat antrean menjadi semakin rumit. Parah lagi, banyak yang tidak mengisi CD, dan dengan jumlah penumpang 98 orang membuat ini benar-benar bisa dikatakan sebagai perang urat syaraf.

Ditambah ada banyak penumpang yang salah men-declare apa yang dibawanya di dalam CD. Dan ada beberapa yang kedapatan membawa barang yang diharuskan dengan pemeriksaan karantina, ijin kementerian perdagangan dan perindustrian, impornya seharusnya melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, ada yang membawa barang dagangan. Pokoknya benar-benar ribet dan membuat syaraf menjadi tegang.

Namun di balik itu semua, dihas dan teman Prodip I kepabeanan dan cukai, pandu, alay, bagus, Isoel, surya, merasa puas dan mendapat gambaran tentang pemeriksaan barang pribadi penumpang dan awak sarana pengangkut.

Selesai, kami kumpul di hanggar, di ruang P2, di sana kami bertemu dengan dosen pak cahyo waktu masih dalam masa pendidikan Prodip I kepabeanan dan cukai sekaligus bekas kepala kantor pengawasan dan pelayanan kepabeanan dan cukai tarakan. Sayangnya beliau tidak memperkenalkan diri dan kami tidak menanyakan nama beliau. Beliau terlihat menjadi seorang importir. Dan beliau membagi ilmu dan pengalaman kepada kami.

Note: sebuah pengalaman bisa didapat kapan saja, bahkan saat PKL.

9 comments:

  1. makasih mas sharingnya :)

    Selamat Idul Fitri 1432 H
    Mohon maaf lahir dan batin
    Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni segala dosa
    dan kesalahan kita serta menerima semua amal ibadah kita
    Amiiin.

    ReplyDelete
  2. Kamu kebagian di Bandara to has. wah aku ga kebagian i, cuma di ekspor (PKC) sama DTDD.. nice shared!

    ReplyDelete
  3. ya memang begitulah aturannya. semua harus diperiksa...btw, met lebaran ya. mohon maaf lahir batin

    ReplyDelete
  4. yup ilmu emang ga hanya di dapat dari bangku kuliah

    ReplyDelete
  5. sama-sama mbak merliza.... :)

    ReplyDelete
  6. punya aq di bagi 7 tempat dan tiap kelompok dapat 4 tempat jadi tiap 2 hari sekali rolling.....
    :)

    ReplyDelete
  7. sama-sama mbak SCB....
    maafkan segala salah saya... :)

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.