Monday, 11 April 2011

Seleksi Alam dan Kelangsungan Hidup dari yg Tercakap


Tanpa  suatu  keraguan,  Al-Quran  berulang-kali  menyatakan bahwa  pada setiap langkah penciptaan pasti ada pilihan yang
dilakukan dan setiap kalinya itu  yang menjadi pemilih bukan yang disebut  sebagai  operator  buta  dari  seleksi  alam,  melainkan  tangan Tuhan sendiri yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Secara spesifik dinyatakan:




Tuhan engkau menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih siapa yang Dia kehendaki. Mereka tidak berhak memilih. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi di atas apa yang mereka sekutukan dengan Dia. (S.28 Al-Qashash:69)

Penekanan yang sama juga tersirat dalam ayat-ayat berikut:







Kami telah menciptakan kamu, kemudian mengapakah kamu tidak  menerima kebenaran? Apakah gerangan yang kamu pikirkan  tentang nutfah yang kamu keluarkan? Kamukah yang menciptakannya ataukah Kami sang Pencipta? Kami telah mentakdirkan kematian bagi kamu sekalian dan Kami tidak dapat  dihalangi. Dari hal Kami menggantikan kamu denga yan lai sepert kamu da dar ha Kami mengembangkan  kamu ke dalam suatu bentuk yang tidak kamu ketahui. Dan  sesungguhnya, kamu telah mengetahui kejadian pertama. Kemudian mengapakah kamu tidak mau merenungkan? Adakah kamu melihat apa yang telah kamu tanamkan Kamuka yan menumbuhkannya ataukah Kami,  Maha  Penumbuh Sekirany Kami  menghendaki, niscay Kam menjadikan    semu itu            tunggu jerami kekeringan, lalu kamu akan terus meratap “Kami dibebani utang.  Bahkan  sebenarnya  kami  sama  sekali  kehilangan segala sesuatu.”    Adakah  kamu  memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkan air itu dari awan, ataukah  Kami,  Maha  Penurun Sekiranya  Kami  meng- hendaki,  niscaya  Kami  menjadikannya  pahit.  Kemudian mengapakah    kamtidak                          bersyukur?     Adakah       kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan? Kamukah yang menumbuhka poho untuknya,   atauka Kami Maha Penumbuh? Kami menjadikannya sebagai peringatan dan manfaat bagi orang-orang musafir. (S.56 Al-Waqiah:58-74)


Ayat-ayat tersebut secara berulang-ulang dan dengan penekanan mengingatkan manusia kepada kenyataan bahwa adalah Tuhan yang menjadi sang Pencipta dan hanya Dia sendiri yang telah melakukan pilihan-pilihan. Proses pengambilan keputusan tidak diserahkan kepada faktor kebetulan dan tidak juga kepada benda-benda yang merupakan hasil ciptaan. Pada setiap saat adalah Tuhan yang melakukan pilihan dan beroperasi sebagai sang Selektor Agung.


From: Revelation, Rationality, Knowledge and Truth (lil editing, just about font, font size, etc)


5 comments:

  1. kalo udah ngomong soal Al Quran, nggak ada yang perlu dikomentari.. sebagai sumber dari sehala sumber kebenaran karena turun langsung dari Alloh, seharusnya langsung dilaksanakan..

    ReplyDelete
  2. tumben blognya og g eror ya kadang sex kadang agama.... hhehehehe peace

    ReplyDelete
  3. kalo ditambahin pendapatmu sendiri pasti seru. jujur yaaa, aku lebih tertarik untuk baca tulisanmu sendiri, meskipun itu hanya 2 kalimat ga jelas daripada baca 10 paragraph artikel copas.

    that's how you show yourself to the world.

    ReplyDelete
  4. setuju ma kamu mas Gaphe.........

    cahyo: aq adalah manusia yg seimbang.....

    Rinz: sebenarnya aq setuju dengan pendapat itu....jd mu gmn lagi donk...???
    tp akan saya coba sarannya.....

    SCB: kabar baik mbak SCB....


    Terimakasih untuk Mas Gaphe, mas Cahyo, Mbak Intan dan mbak SCB atas kunjungannya....
    :)

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.