Tuesday, 26 April 2011

Review Kehidupan Dihas Enrico Satu Tahun Terakhir


Tepat tanggal 24 April 2011, Dihas telah berumur 21 tahun, sudah tua, namun apa kata pepatah, a man is as old as he feels and a woman is as old as she looks. Terimakasih untuk semua yang telah mengucapkan selamat Ulang tahun dan berdoa untuk Dihas, yang belum tunggu tahun depan.

Keuangan

Berhasil meyakinkan BI (Bapak Ibu) dan BKK (Badan Keuangan Keluarga) bahwa tidak terjadi inflasi yang berarti selama Dihas di Balikpapan, perekonomian cenderung stabil. Tagor masih tetap percaya memberikan bantuan, lebih tepatnya hutang. Rentenir dan lintah darat sudah tidak ngejejer dan berbaris menagih. Perekonomian stabil.

Rencana akhir tahun, Dihas siap-siap mengencangkan ikat pinggang, akan melakukan penghematan gila-gilaan untuk menabung guna membeli sebuah Hardisk Eksternal kapasitas 500 Gb.

Pertemanan

Hawa koskosan yang tidak kondusif membuat Dihas bujubuneng dan marmos. Lebih baik menyendiri dan berkunjung ke kosan temen lain atau ke BDK. Namun pada dasarnya, Dihas siap berteman gila-gilaan dengan siapa pun dan dimana pun namun dengan koridor tertentu agar tidak terkesan hot, nanti dikira homono, makhluk aneh yang suka sama sesama laki-laki.


Keluarga

IM3 dengan program telpun murahnya membuat Balikpapan-Magelang serasa dekat, program smsnya pun membuat HP Dihas semakin ramai, jadi tidak serasa sunyi sepi di Balikpapan.

Pendidikan

Diawali dengan sukses masuk STAN, yah walaupun hanya PD I kepabeanan dan Cukai, namun tetap sukses masuk STAN.

Pada awal tahun pelajaran PD I Kepabeanan dan Cukai Dihas membuat kebijakan atau bisa disebut dengan motto, yaitu bermain sambil belajar untuk meraih peringkat satu. Dihas mengevaluasinya awal tahun ini, ternyata kebijakan tersebut tidak relevan, hanya menuai sedikit keberhasilan, malu dong disebut gagal, kan program sendiri. Pada semester ini Dihas nangkring di peringkat 24 dengan IP hanya 3,55. Silahkan yang ingin memberi applaus.

Asmara

Setelah hubungan dengan Alkena Alkuna tidak berlanjut alias game over, Dihas mencanangkan “kejar setoran”. Akibat kebijakan yang dibuatnya, Dihas harus rela dicap kucing garonglah, buayalah, kadallah, perusak hati wanita dan citra pria. Namun Dihas tidak menggubrisnya, Dihas tetap merasa sebagai cowok baik-baik yang siap bertanggung jawab bila tiba-tiba Asmirandah atau Seohyun minta dinikahi.

Kesehatan

Kalau Cuma hati yang terbelah dua, remuk berkeping-keping atau tersayat-sayat itu adalah hal yang biasa. Selama di Balikpapan tidak ada penyakit aneh yang berani mendekati Dihas, kalau cuma terkilir, mimisan, panu, tidak sampai kadasan, dan keseleo, itu adalah hal yang wajar sebagai cowok yang aktif.

Inilah foto satu tahun terakhir Dihas.


















7 comments:

  1. Wahhh.. Ultahmu sama kayak kakakku! Gampang diinget deh! Happy bday yaa! Ohh iya! Aku lebih suka tulisan-tulisanmu yang sekarang. Keep it up! :)

    ReplyDelete
  2. makasih ucapannya Rinz..........

    kakakmu kelahiran kapan...???
    aq 90....

    makasih apresiasinya.....

    semoga banyak yg bisa aq tulis lagi....


    makasih Reen.....hehehehe...

    ReplyDelete
  3. selamaaat ulang taun yaaaaah.....

    btw kotak komennya saya biasa aja koq.... mungkin salah di jaringannya ... hehehe.... cuma kalo anda ga keberatan, jawaban bisa dikirimin via email saaya. alamat emailnya sudah tercantum di post itu

    makasi sebelumnya

    ReplyDelete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.