Saturday, 26 March 2011

Puisi Oleh Maulana Hali


Menggambarkan keadaan umat Islam.
Hai Rasul yang paling istimewa di antara rasul-rasul yang istimewa, kini telah tiba saat berdoa.
Umat Engkau telah mengalami masa yang amat mengerikan.
Agama yang pernah meninggalkan negeri asalnya dengan gagah, hari ini agama itu bagaikan wujud merana di tengah perantauan.
Itu agama yang dahulu dakwahnya telah sampai kepada Kaisar dan Kisra, hari ini ia sendiri menjadi tempat penginapan orang-orang kafir.
Itu agama yang karenanya segala keramaian dunia telah bercahaya, kini semua tempat keramaiaanya sendiri kosong dari lampu maupun dian.
Itu agama yang menjadi penjaga dunia dari kemusyrikan, kini pemeliharanyaanya tergantung kepada Tuhan semata.
Itu agama yang bermunculan untuk mengahapuskan perpecahan-perpecahan antar bangsa, kini agama itu sendiri menjadi sarang perpecahan.
Itu agama yang pernah merapatkan hati orang-orang lain, dalam agama itu kini saudara sendiri  berjauhan dengan saudaranya.
Itu agama yang menonjol dengan kekasihsayangan untuk umat manusia, kini di dalamnya sendiri telah muncul pertengakaran dan sengketa dari semua jurusan.
Itu agama dimana kekafiran orang kafir maupun sifat ghina orang Ghani merupakan eliksir.
Kini dalam agama itu baik sifat faqar maupun ghina telah hilang lenyap.
Ituagama yang telah berkembang dibuaian orang-orang bijak dan arif, agama itu kini telah menjadi sasar an pedang orang-orang jahil dan bodoh.
Itu agama yang telah menaklukkan semua agama lain karena hujjah-hujjahnya, kini tiap pembual menyerang agama itu dengan seenaknya saja.
Agamamu masih merupakan sumber air yang bersih dan murni, namun para pengikutnya telah kehilangan kecermelangan dan kebersihan jiwa.
Di kalangan awam nampak kesibukan yang ditandai oleh nyanyian-nyanyian sia-sia.
Sedang orang-orang besar sibuk dalam kehidupan mewah dan hiruk pikuk hidup di dunia.
Orang-orang muda kehilangan sifat taat sedang orang tua kosong dari rasa kasih-sayang.
Para karib-kerabat telah kehilangan sifat saling mencintai, sedangkan sahabat-sahabat tidak lagi mengenal kesetiaan.
Tiada kekayaan lagi, tiada kehormatan, tiada kemuliaan dan tiada keterampilan lagi.
Tinggal hanya agama, namun pohonnya  kosong ari dedaunan dan bebuahan.
Keterangan:
-       Ghani adalah yang tidak menggantungka diri kepada yang lain baik karena kekayaannya maupun karena merasa puas denganpemberian Tuhansedikit atau banyak
-       Eleksir adalah obat yag sangat mujarab

No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.