Thursday, 17 February 2011

Kemana Perginya Umat Kristus?



Menyusul Keberangkatan Yesus dari Yudea, para pengikut yang ditinggalkan tidaklah tinggal dalam keraguan mengenai misi mereka  dan hakekat keimanan mereka. Namun hanya beberapa tahun kemudian  kericuhan-kericuhan mmulai berkembang yang akan mengajak gereja menjadi dua dan menyebabkan kebingungan yang meluasdiantara umat Kristen untuk berabad-abad mendatang dan suatu jarak yang melebar antara gereja dan rabbi-rabbi Yahudi.
Tulisan ini membahas atau mengomentari skenario yang berkembang pada masa kepergian Yesus (Isa a.s.) sampai abad ke-3, dalam usaha merangkai kembali bukti dan melacak ajaran Yesus yang hakiki.
Gereja Yerusalem
Setelah kepergian Yesus, gereja di Yerusalem dipimpin oleh Yakobus, yang dikenal juga sebagai saudara Yesus. Beliau dikenal sangattegas dalam mengikuti hukum Musa a.s. tetapi dalam bentuk aslinya tanpa upacara-upacara pengurbanan. Beliau mengambil tuntutan khutbah Yesus di bukit, “Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Toratatau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya langit dan bumi ini belum lenyap, satu iota atau titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Torat, sebelum semuanya terjadi” (Matius 5 : 17-18).
Dalam satu kutipan dari Injil Thomas, ketika ditanya siapa yang akan memimpin gereja setelah beliau, Yesus bersabda, “dimanapun kamu datang, kamu hendaknya pergi ke Yakobus yang benar”.
Di sini Yesus menekankan wewenang khusus kepada Yakobus untuk memimpin gereja. Singkatnya umat Kristen ini telah mengikuti hukum Musa sesudah membuang tambahan-tambahan (bid’ah) yang dibuat oleh para ulama Parisi dan telah mengamalkan Sabbath serta menghadiri rumah ibadah sebagaimana Yesus sendiri telah mengamalkannya. Sesungguhnya tak masuk akal sekali bahwa Yesus telah mengamalkan satu hal selama masa hidup beliau dan kemudian menyuruh para pengikutnya melakukan amalan lain yang berbeda.
Siar Kepada kaum Gentile (Non Israil)
Rasul-rasul diberi tugas untuk menyebarkan kabar tentang kedatangan Al-Masih kepada suku-suku Yahudi yang tersebar. Mereka mulai memperoleh pengikut tetapi pada waktu yang sama sekitar tahun 40M, Paulus telah bergabung bersama mereka dan menetapkan dirinya sendiri bertabligh kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (Non-Israil) dan dalam hal melakukan demikian membebaskan aturan-aturan dari mereka untuk bergabung dengan gereja. Paulus menghilangkan hukum khitan (sunat) dan hukum-hukum agama yahudi yang sangat membingungkan umat Kristen Yahudi (Orang Yahudi yang telah beriman kepada Yesus Al-Masih/Nabi Isa a.s.).
Paulus mungkin telah mengatur tahapan-tahapan bagi kaum bukan Israil untuk masuk gereja dengan suatu kepercayaan pada Yesus dengan status barunya. Bagaimanapun tulisan-tulisannya dalam Al-Kitab (Injil) meninggalkan keraguan, “kamu tahu, bahwa tak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Torat tetapi hanya oleh karena iman dalam Yesus Kristus. Sebab itu kami pun percaya kepada Yesus Kristus supaya kamu dibenarkan oleh karena Iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Torat.” (Galatia 2:16).
“dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak menilainya demikian.” (2 Korintus 5:16).
Sentimen-senimen demikian mendorong Yakobus memanggil Paulus ke Yerusalem untuk menerangkan cara-cara dia di Antiokia, dimana dia telah membina satu Jemaat Non yahudi yang besar.
Akhirnya Yakobus menerima keadaan yang agak berubah ini. Bukan sebagai suatu agama baru tetapi sebagai suatu tahapan menuju keanggotaan sempurna penuh, seperti Beliau katakan, “sebab itu aku berpendapat bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah tetapi kita harus menulis  surat kepada mereka supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan oleh berhala-berhala, dari pencabulan dan dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.” (Kitab Rasul 15:19-20).
Pernyatan dari Yakobus ini bukanlah membatalkan kesetiaan Beliau kepada hukum Musa sebagaimana Beliau telah klarifikasi kemudian, “apalah gunanya, saudara-saudaraku, jika seseorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?” (kisah Yakobus 2:14).
Yakobus mengatakan kepada suku-suku Yahudi di perantauan bahwa iaman saja seperti yang disampaikan oleh Paulus tidak akan membawa keselamatan. Mereka perlu menjalankan hukum Musa yang menyediakan perlindungan terbaik dari keburukan. Pada khutbah di atas bukit, Yesus telah menerangkan pentingnya hukum dan ada kesejajaran dengan temuan gulungan-gulungan naskah laut mati dimana dikatakan bahwa seseorang yang melanggar satu perkataan dari hukum Musa pada bagian apa pun akan  ditolak atau tidak diakui. (Community Rule VIII-22)
Ini merupakan hakikat iman kepada hukum di kalangan penduduk Qamran. Malangnya menyusul Konsili Yerusalem pada tahun 49M dimana Yakobus telah memperbolehkan kaum bukan Yahudi ke Gereja, pertikaian antara kaum Kristen Yahudi dan kaum Kristen non Yahudi pun terjadi.
Jatuhnya Yerusalem
Selama tumbuhnya gerakan ke-Mesiah-an memanas, di sana raja-raja baru hendak mendongkel kekuasaan Roma dan menegakkan kembali Kerajaan Tuhan di Israil, perang meletus antara bangsa Yahudi dan bangsa Romawi dan membawa kehancuran Yerusalem dan pengusiran kaum Yahuditahun 70M. Yakobus telah disyahidkan sekitar tahun 64M meninggalkan Gereja dengan posisi sulit.
Menurut beberapa golongan Kristen Yahudi, gereja Yerusalem dipindahkan ke Pella. Menyusul kehancuran Yudea dimana gereja berdiri kembali namun yang pasti pengaruh Yakobus atas gereja sangat berkurang. Sebagai gantinya, surat-surat tulisan Paulus mulai diedarkan di pusat-pusat gereja. Menjelang akhir abad, injil-injil disusun dalam bentuk tertulis.
Matius mengisahkan akar hubungan Yesus dengan Daud dan penggenapan-penggenapan nubuwat-nubuwat perjanjian lama.
Lukas dan kisah-kisah, bagaimanapun ditulis sedemikian rupa untuk menjauhkan hubungan antara bangsa Yahudi dan Kristen dari berbagai beban menurut Attridge, yang menganjuranagar kisah mengakhiri hal-hal yang tidak terhindari oleh Paulus di Roma supaya tidak memojokkan penguasa di Roma. Maka di barat, ajaran Kristen “ala” Paulus menyebar ke seluruh kerajaan Romawi.
Kristen Yahudi
Umat Kristiani dari Jemaat Yakobuskemungkinan bergerak ke timur Yordan di luar provinsi-provinsi Romawi. Pesan ke-Mesiah-an yang mereka tablighkan telah meresahkan para penguasa Roma yang mungkin ttelah mengawasi Raja Israil yang dilebih-lebihkan oleh orang-orang ini. Sementara kita tidak mempunyai satu sejarah yang diakui oleh orang-orang ini. Ada bukti yang tersisa yang dapat dihubungkan dengan mudah. Kita mengetahui melalui penulis-penulis gereja di masa awal seperti Iranaeus, Hippolistus dan Ephanius bahwa ada satu golongan ke-Mesiah-an Yahudi yang disebut kaum Ebion (Ebionites) yang beriman bahwa Yesus adalah Al Masih (Mesias) bagi mereka dan bukanlah Tuhan.
Mereka taat kepada hukum Musa  dan memuliakan Yakobus yang benar. Menilai Paulus sebagai salah satu yang telah murtad dari hukum. Mereka diriwayatkan mempunyai sebuah Injil yang serupa dengan Matius. Mereka tinggal di kawasan Palestina sampai abad ke 4M.
Menjelang abad ke 2M sekitar tahun 110M, Elchasai berkata bahwa dia menerima wahyu dari Kristus. Golongan Elchasaites bermula dari Syiria dan hijrah ke kawasan Eufrat dan Tigris dimana mereka mempunyai banyak pengikut. Mereka hidup dengan hukum Musa, mengamalkan sabbath dan sembahyang berkiblat ke Yerusalem. Mereka mempercayai penderitaan Yesus dan menolak Paulus.
Kesimpulan
Tak ada sedikit keraguan bahwa dua peristiwa besar telah membentuk keadaan Kristen menjadi apa yag ada hari ini.
Pertama adalah perang kaum Yahudi pada tahun 66M yang mengubah keseimbangan pengaruh dalam gereja dari Timur (Judea) secara kuat ke Roma.
Kedua adalah konsili Nicea dan campur tangan Raja Konstantin yang menjadikan Kristen sebagai agama Negara Kerajaan Romawi dan meresmikan kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Namun bahkan sampai saat ini, ada banyak orang di kawasan Timur Tengah sekitar Mesopotamia (Irak) yang mempercayai bahwa Yesus adala Al-Masih bukanlah Tuhan, menjalankan Hukum Musa dan menolak ajaran Paulus.
Penulis: Fazal Ahmad-EBK 54

4 comments:

  1. wow.. makasi cuuuy infonya... ijin kopas yah....

    ReplyDelete
  2. monggo silahkan mas....

    kalau ada yg kurang pas siap menerima koreksi..... :)

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. eh saya mas mas lhoo.......
      Hoee...
      km sini..?

      Delete

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.