Thursday, 19 August 2010

Fedep dan Kluster Borobudur Terbaik se Jawa Tengah


Written by Humas&Protokol
Monday, 25 January 2010 11:32 -
(Borobudur)-Klaster dan Fedep Borobudur yang dikembangkan di 5 desa, sejak tahun 2005
s/d 2008 yang meliputi Desa Borobudur yang merupakan sentral pariwisata dan
pengembangan gula kelapa, Desa Wanurejo untuk kerajinan makanan, Candirejo
pengembangan homestay, Karanganyar kerajinan Grabag dan Ngargondo untuk desa Bahasa
ternyata mendapatkan perhatian yang luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bahkan lewat penilaian dari pihak Provinsi berhasil mendapatkan penilaian terbaik untuk tingkat
Jawa Tengah berupa Plakat dan Piagam Penghargaan. Daerah lain yang mendapatkan yakni
Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen, Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Ekonomi
pada BAPPEDA Kabupaten Magelang Ir. Fahrul Authon diruang kerjannya.
Ir. Fahrul authon juga menegaskan bahwa selain FEDEP Borobudur yang mendapatkan
peringkat terbaik seJawa Tengah, Borobudur Juga Mendapatkan Kluster terbaik kemudian
Kabupaten Kendal, dan Jepara.Latar belakang diadakannya penilaian ini untuk lebih
meningkatkan peran masyarakat terhadap kondisi wilayah masing-masing daerah. Disebutkan
bahwa Klaster merupakan kemitraan antar kegiatan ekonomi sejenis (horizontal) dan punya
hubungan hulu-hilir (vertikal) yang saling bekerjasama membentuk multiply-chain dengan
tujuan meningkatkan daya saing produk dan memperluas multiplier-effect kepada kelompok
pelaku ekonomi terbawah. Konsep klaster tidak mengenal batas wilayah administrasi.
Diungkapkan pula bahwa dahulu sebelum diadakannya program sekitar tahun 2005 kondisi
Masyarakat Borobudur termasuk tidak kondusif, banyak terjadi konflik antar kelompok pelaku
pariwisata, disamping kunjungan wisatawan kedesa-desa belum banyak. Namun sesudah
adannya program tahun 2005 kondisi masyarakat berangsur-angsur kondusif, konflik semakin
berkurang, jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa-desa mulai banyak disamping juga
munculnya pelaku/kelompok pelaku wisata baru.
Hal ini dibuktikan dengan pendapatan Andong yang meningkat 100%, pelaku wisata (guide)
25 % , nilai tambah peningkatan pendapatan pengrajin grabah dari sisi atraksi wisata 25 %, dan
munculnya kesenian rakyat peningkatan pendapatanya mencapai 20%. Pengembangan desa
disekitar Borobudur melalui paket wisata modern meliputi 20 desa, dan pengembangan
wilayah bernuansa pedesaan. Diharapkan nantinya terjalin sinergi kerjasama dengan kluster
daerah lain, yang meliputi paket wisata gabungan antara Borobudur dengan Kluster Dieng,
Kluster Solo dan yang sedang dirintis kluster Karimunjawa. Kedepan akan lebih dioptimalkan
pengembangannya khususnya untuk penguatan desa-desa secara intensif , berkembangnya
Investasi dan peluang baru didunia pariwisata. *widodo anwari*


No comments:

Post a Comment

silahkan berkomentar, tidak dipungut biaya..! apabila ada kata yang salah dalam hal deskripsi apa pun tentang isi dari postingan zonesa.blogspot.com, mohon kritik dan sarannya agar lebih baik. terimakasih dan salam hangat. Sehangat pelukan pasangan Anda.